8323
Hits

TINGKATKAN PEMAHAMAN PROSES APLIKASI PATEN

Administrator
29 Apr 2010
Layanan Info Publik

‚Kegiatan ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pengetahuan para perekayasa Teknis Litkayasa, Peneliti, dan Pegawai di lingkungan BPPT khususnya di Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) dalam memahami materi HKI khususnya mengenai tata cara penyiapan draft paten dan patentabilitas suatu invensi, sehingga dapat mempercepat proses aplikasi paten‚, ungkap Kepala Bagian Hukum dan HKI BPPT, Ulfiandri, saat pembukaan kegiatan Bimbingan Substantif Paten di Gedung 1 BPPT, Senin (26/04).

Sesuai tujuan dari kegiatan ini, Pemeriksa Paten Bidang Kimia/Farmasi, Direktorat Jenderal HKI, Sulisman Sembiring menjelaskan dalam presentasinya. ‚Hal utama yaang harus diperhatikan adalah format penulisan, bagian deskripsi, klaim dan abstrak dibuat dalam lembaran terpisah dan dibuat sebanyak tiga rangkap, serta antar baris 1,5 dalam kertas A4 putih 80gr, pengetikan batas kiri 2,5 cm, dan 2 cm pada bagian atas, bawah dan kanan‚, jelas Sulisman.

‚Selain format penulisan, urutan penulisan spesifikasi permohonan paten perlu juga diperhatikan seperti yang tercantum dalam pasal 22 PP Nomor 34 tahun 1991. Judul penemuan pun dibuat sesuai dengan judul yang dicantumkan dalam surat permintaan untuk mendapatkan paten, menegaskan bidang teknik yang berkaitan dengan penemuan, menjelaskan latar belakang teknis dari penemuan, menjelaskan keunggulan dan manfaat teknis penemuan‚, kata Sulisman.

Sulisman juga menjelaskan secara singkat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gambar yang disertakan, cara pelaksanaan penemuan disertai contoh, dan penjelasan mengenai cara penerapan penemuan tersebut dalam industri, atau cara pemakaiannya.

Lebih lanjut Sulisman mengatakan, berdasarkan dengan ketentuan Pasal 2 ayat 1 UU no. 14/2001 tentang Paten, beberapa syarat substansial agar suatu invensi dapat diberi paten adalah (1) invensi tersebut harus baru atau tidak sama dengan teknologi yang sudah ada dan pernah diungkap sebelumnya, (2) mengandung langkah inventif artinya suatu invensi haruslah tidak dapat diduga sebelumnya bagi orang yang memiliki keahlian di bidang teknik, dan (4) dapat diterapkan dalam industri atau dengan kata lain dapat diproduksi dan dilaksanakan secara berulang-ulang dengan standar kualitas hasil yang sama.

Untuk kepentingan permohonan paten, selain mengandung novelty (kebaruan), langkah inventif dan dapat diterapkan di industri, salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk permohonan paten adalah penelusuran dokumen Paten. Penelusuran dokumen Paten merupakan langkah awal yang harus dilakukan sebelum melakukan pendaftaran Paten.

‚Ada manfaat yang dapat diambil dengan melakukan penelusuran dokumen paten, khususnya bagi peneliti dan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) dalam perencanaan strategi, arah dan tujuan litbang, sehingga penelitian yang dilakukannya tidak mengulang penelitian yang telah dilakukan sebelumnya‚, kata Sulisman. (KS/humas)