2805
Hits

Tingkatkan Perekonomian Daerah, BPPT Berikan Rekomendasi Teknis ke Universitas Riau



“Pengembangan ADS-B menjadi prioritas di BPPT dengan memaksimalkan TKDN,  teknologi ini telah diuji cobakan di bandara Ahmad Yani Semarang dan bandara Husein Sastranegara," ujar Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi dan Material (TIEM) Hammam Riza, saat membuka  FGD Layanan Teknologi Sistem Elektronika dalam Rangka Mendukung Teknologi Navigasi Penerbangan Indonesia, jakarta (1/12).

Hammam menegaskan teknologi ADS-B receiver dapat diproduksi oleh industri dalam negeri. BPPT akan mengupayakan ADS-B Receiver ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berwenang mengelola ruang udara di Indonesia.

Hammam menegaskan, proses kaji terap teknologi harusnya berujung pada hilirisasi  teknologi dimana stakeholdernya adalah industri. “Sesuai Nawa Cita pada 2015 diharapkan kita dapat meningkatkan layanan publik sehingga dapat mewujudkan kedaulatan negara kita di segala bidang, tutup Hammam”.

Senada dengannya, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Hary Budiarto mengatakan, berharap hasil riset dapat diterapkan di industri sesuai UU Nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian.

“Kita dapat mendorong secara paralel agar standar internasional tersebut menjadi SNI dan dapat menyesuaikan dengan kondisi dalam negeri untuk melindungi industri dalam negeri, tambahnya”.

Jalur penerbangan di Indonesia beberapa tahun terakhir meningkat secara signifikan. Untuk itu faktor keselamatan penerbangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Teknologi untuk komunikasi dan navigasi udara nasional yang dimiliki BPPT diharapkan bisa digunakan untuk pengawasan penerbangan dan manajemen lalulintas udara. (jp/SYRA/Humas)