2195
Hits

Tingkatkan Produktivitas dan Potensi Daerah, Kabupaten Pemalang Dapat Sentuhan Teknologi BPPT

 

Dilatarbelakangi dengan terbatasnya ketersediaan lahan dan air untuk budidaya perikanan terutama ikan nila, sehingga mendorong berkembangnya teknologi budidaya dengan metode Bioflok. Metode tersebut memanfaatkan beberapa jenis mikro organisme sebagai pengolah limbah di perairan budidaya menjadi flok (gumpalan padat) yang dapat bermanfaat sebagai makanan hewan budidaya.

 

Selain itu, budidaya ikan air tawar dapat menjadi pilihan dalam  pemenuhan program ketahanan pangan untuk memenuhi ketersediaan pangan protein hewani khususnya ikan.

 

Berangkat dari hal tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan mitra kerja Komisi VII DPR RI berupaya meningkatkan produktivitas dibidang perikanan dengan menggelar Bakti Inovasi Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul dengan metode bioflok di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (13/03).

 

Tidak hanya didukung dengan potensi yang dimiliki, Kabupaten Pemalang pun sangat cocok untuk budidaya ikan air tawar dengan metode Bioflok.

 

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni Solistia Wirawan mengatakan bahwa Bakti Inovasi Teknologi merupakan bagian dari kegiatan Bakti Inovasi Ristek BRIN-LPNK guna menyampaikan beberapa hasil inovasi BPPT kepada masyarakat seperti dalam bidang teknologi kesehatan, lingkungan, pertanian, peternakan dan perikanan

 

Beberapa bidang inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan kaji terap yang dilakukan BPPT. BPPT selalu siap membantu guna meningkatkan potensi ekonomi di Kabupaten Pemalang melalui inovasi teknologi, ujarnya.

  

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII Ramson Siagian mengapresiasi inovasi yang dihasilkan BPPT, bahwa nantinya inovasi teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan di Kabupaten Pemalang.

 

Ia pun berharap adanya transfer knowledge dan pengetahuan praktis mengenai budidaya ikan nila unggul dengan sistem bioflok dari BPPT kepada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Kabupaten Pemalang.

 

Dikesempatan yang sama, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP) BPPT Dudi Iskandar menjelaskan, nantinya metode bioflok akan berkembang dan mengalami otomatisasi sesuai dengan sistem smart farming yaitu smart aquaculture.

 

Dudi menyebut, BPPT telah menghasilkan berbagai inovasi unggulan seperti Nila GESIT, Nila GMT dan Nila Salina. Selain itu untuk pakan, juga telah dihasilkan teknologi produksi pakan recombinant Growth Hormone (rGH) guna mempercepat pertumbuhan ikan dan Vaksin DNA Streptococcus yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan penyakit streptococcosis pada ikan budidaya.

 

Sebagai informasi, pada kegiatan Bakti Inovasi Teknologi selain diadakan pelatihan teknologi budidaya ikan nila unggul menggunakan kolam terpal dengan sistem bioflok juga diberikan paket berupa 14 unit kolam bioflok dengan 2 buah high blow, 14.000 ekor benih ikan nila, 1.400 kg pakan ikan serta paket probiotik untuk ikan nila. (Humas BPPT)