4637
Hits

Tingkatkan Produktivitas Ikan Air Tawar, BPPT Beri Pelatihan Budidaya Ikan Nila Unggul

 

“Spesies Ikan Nila unggulan ini kami tujukan  untuk meningkatkan produktivitas produktivitas dan komoditas perikanan budidaya, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pembudidaya ikan. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan pemanfaatan dan komersialisasi jenis ikan ini,” tutur Arief dalam pelatihan yang digelar di Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu (13/12/2017).

Selain spesies Nila Gesit itupun Arief mengungkap bahwa BPPT juga memiliki Ikan Nila SALINA (Saline Indonesian Tilapia). Hal ini ditujukan untuk mengoptimalkan lahan tambak atau payau yang banyak terbengkalai di Indonesia. Selain itu, Arief juga menyebut pihaknya tengah merekayasa jenis Ikan Nila yang mampu dibudidayakan di air laut.

“Ikan Nila SALINA (Saline Indonesian Tilapia) merupakan jenis Ikan Nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan bersalinitas tinggi antara 20 - 25 ppt atau untuk di tambak.  Kami juga tengah mengembangkan budidaya ikan nila laut atau Nila Maharsi yang merupakan kelanjutan dari pengembangan teknologi budidaya ikan nila Salina yang siap dibudidayakan di air laut,” terangnya.

Tak hanya spesies ikan, dikatakan Arief BPPT juga untuk meningkatkan produktivitas ikan nila dalam kegiatan budidaya, tengah mengembangkan jenis pakan khusus untuk meningkatkan daya tahan spesies ikan tersebut.

“Pakan yang diberikan ditambah suplemen pertumbuhan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate),” paparnya rinci.

Menimpali pernyataan Arief,  Anggota Komisi VII, Primus Yustisio yang turut menghadiri pelatihan tersebut menyatakan bahwa teknologi terapan seperti budidaya ikan nila unggulan ini, sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami apresiasi terhadap BPPT untuk terus menghasilkan inovasi tepat guna seperti Ikan Nila Gesit ini. Semoga masyarakat juga dapat memanfaatkan momen pelatihan ini dengan optimal, guna peningkatan kesejahteraan para petani ikan,” lugasnya. 

 

Sebagai informasi, Kabupaten Bogor dengan kondisi iklim yang dimilikinya (kelayakan lahan dan sumberdaya air, kisaran suhu, curah hujan, dan sebagainya) menunjukkan tingkat kelayakan yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai lahan usaha budidaya ikan. Oleh karena itu, kabupaten Bogor merupakan salah satu dari 197 kabupaten/kota yang ditetapkan menjadi kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu lokasi yang dipilih sebagai kawasan minapolitan adalah Kecamatan Ciseeng dengan potensi lahan untuk kegiatan budidaya perikanan di kawasan minapolitan Kecamatan Ciseeng seluas 1.309,5 ha. (Humas/HMP)