8388
Hits

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN PENERAPAN K3 SECARA MENYELURUH

 

Selain itu menurut Erzi, dalam penetapan standar ISO terdapat komponen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang harus dipenuhi. “Karena itu kalau kita ingin menjadi lembaga sertifikasi dan inspeksi harus memahami Sistem Manajemen K3. Selain memahami kita juga harus menerapkan ke internal bahwa kita bisa dan menyatakan bahwa kita siap menjadi lembaga sertifikasi dan inspeksi,” ungkapnya.

Jika BPPT ingin  menjadi suatu lembaga yang one step ahead, maka sistem K3 ini harus dibudayakan. “Pada 2015 Sistem Manajeman K3 ini sudah harus diberlakukan, kita juga mencoba belajar menerapkan didalam dan melakukan suatu koordinasi intensif dengan Kemenakertrans agar bisa menjadi partner,” tandas Erzi.

Untuk tahap awal akan dibuat pilot project di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS). Nantinya akan dilihat bagaimana penerepan K3 di internal B2TKS, mengingat selama ini B2TKS banyak melakukan inspeksi-inspeksi serta uji kontruksi. “Jadi sistem K3 ini bukanlah suatu kewajiban tapi suatu keharusan karena keselamatan kesehatan kerja bukan hanya tools untuk keluar tapi kedalam juga. Jadi budaya K3 itu dapat meningkatkan moral untuk peningkatan kinerja yang lebih baik,” tegas Erzi.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen BINWAS Ketenagakerjaan Kemenakertrans, Mudji Handaya mengatakan bahwa dengan meningkatkan perhatian terhadap pentingnya K3 maka dapat tercipta situasi kerja yang aman, tentram dan sehat. Sengan demikian dapat mendorong produktivitas kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penerapan Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan.

SMK3 sendiri merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian resiko  yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efesien dan produktif.

Adapun tujuan diterapkanya SMK3 diataranya, pertama, untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi. Kedua, mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja, atau serikat pekerja. Ketiga, menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efesien untuk mendorong produktifitas.

Hadir juga pada sosialisasi tersebut, Kepala Balai B2TKS, Hamir Hamzah, Direktur Pengawasan Norma K3, Amri AK, serta para peserta dari setiap UPT/Balai di BPPT. (SYRA/humas)