7337
Hits

Tingkatkan Produktivitas Tanaman Karet Dengan Bibit Unggul

 

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas bibit karet yang seragam, lanjutnya, saat ini BPPT melalui Balai Pengkajian Bioteknologi telah mengembangkan metode perbanyakan bibit secara vegetative yaitu secara kultur ex-vitro. Penyediaan bibit secara kultur ex-vitro ini dapat dilakukan di lokasi penanaman, sehingga mempermudah pendistribusian bibit karet.

Lebih lanjut dikatakannya selain melakukan perbaikan tanaman karet, BPPT juga terlibat dalam usaha untuk mengendalikan penyakit tanaman karet. Dua penyakit utama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian paling besar pada perkebunan karet adalah penyakit jamur akar putih (JAP) dan gugur daun (Colletotrichum). Pengendalian penyakit secara biologis serta ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan agensia hayati. Deteksi dini terhadap penyakit pada tanaman karet juga akan bermanfaat untuk meminimalisasi penurunan produktivitas tanaman karet akibat serangan penyakit.

Sebagai informasi, pada FGD ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), Pusat Penelitian Karet Sungai Putih Sumatera Utara, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (GAPKINDO), Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Acara yang diselenggarakan oleh Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT ini  bertujuan untuk memperkuat sinergi riset dan inovasi teknologi penyediaan bibit unggul dan pengendalian penyakit tanaman karet untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet nasional.  Adapun FGD kali diharapkan produktif, dan mampu menciptakan sinergi dan menghasilkan langkah-langkah bersama dalam meningkatkan produktivitas tanaman karet di Indonesia. (TR/SYRA/humas)