2325
Hits

Tingkatkan TKDN, BPPT Siap Uji  Base Station 4G LTE Micro Cell Buatan ITB dan PT INTI (II)

Administrator
01 Feb 2019
Layanan Info Publik

 

Menambahkan pernyataan Menristekdikti, terkait perangkat telekomunikasi nasional, Kepala BPPT Hammam Riza, melihat bahwa perkembangan industri digital dalam negeri memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI), maupun standard internasional. 

 

 

“Hanya  saja untuk memenuhi legalitas sesuai standard tersebut, perangkat harus diuji oleh laboratorium yang sudah terakreditasi, salah satunya harus lulus uji Emisi dan Imuniti.  Saat ini karena keterbatasan Lab uji  di Indonesia, biasanya para produsen industri digital di dalam negeri ya mau tidak mau harus ujikan produknya ke luar negeri,” paparnya.

 

Tentunya kata Hammam, hal itu akan menjadi beban biaya tersendiri, serta menjadikan terlambatnya delivery produk mereka kepada Masyarakat. BPPT melalui Lab EMC yang sudah dibangun di kawasan Puspiptek, Tangsel dan telah ditetapkan sebagai lab uji oleh Kominfo diharapkan mampu menyelesaikan kendala kendala tersebut.

 

"TKDN untuk mendukung pembangunan telekomunikasi atau industri digital Indonesia sangatlah penting. Untuk itu Lab TIK dalam menghadapi  perkembangan kebutuhan perangkat telekomunikasi di Indonesia terutama menghadapi era digital dan IoT di awal 2020  nanti maka Lab TIK BPPT juga  melaksanakan kajian terhadap teknologi IoT. Kartu Cerdas  dan IT security yang akan mendukung peningkatan TKDN industri perangkat Telekomunikasi di indonesia," rinci Hammam.

 

Lebih lanjut saat menghadiri acara Peresmian Bukalapak ITB AI dan Cloud Computing Innovation Center dan Buka Bike, Kepala BPPT menyebut pihaknya sangat concern terhadap perekonomian digital.

 

Dirinya pun lantas menegaskan bahwa BPPT juga memiliki unit kerja yang memang ditugaskan dalam membina usaha rintisan atau start up.

 

"BPPT akan sinergi dan kolaborasi dengan lab AI ITB untuk melahirkan start-up penghela ekonomi digital,  yang menjadi produk inovasi anak bangsa. Kami siap mendorong usaha rintisan menjadi pendorong tumbuhkembangnya perekonomian digital di tanah air," pungkasnya.

 

Sebelumnya Dirut PT INTI, Darman Mappangara mengaku saat ini core business PT INTI berfokus kepada dunia telekomunikasi.

 

"Kami di PT INTI ingin memproduksi dengan harga yang kompetitif dan memenuhi keinginan konsumen kami," katanya.

 

Mengamini pernyataan Kepala BPPT, Rektor ITB berharap bahwa peran pemerintah sebagai regulator dibutuhkan untuk menumbuhkan industri dalam negeri.

 

"Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas peluncuran ini. Semoga dapat dimanfaatkan oleh penyedia jasa telekomunikasi. Dan kami juga harap memang BPPT dapat berperan sebagai lembaga uji," urainya. (Humas/HMP)