966
Hits

Tingkatkan TKDN Ketenagalistrikan, BPPT - PLN Sepakat Jalin Kerjasama

 

Kinerja perekonomian nasional tidak terlepas dari peranan kita sebagai satu bangsa dalam menghargai dan meningkatkan penggunaan produk manufaktur hasil karya anak negeri. Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PLN Persero dan BPPT tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Ketenagalistrikan kita patut berbangga karena komitmen penggunaan produk dalam negeri kian nyata, kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat membuka Webinar TKDN Nasional PLN dan penandatanganan Nota Kesepahamam antara BPPT dan PLN, secara virtual (24/02).

 

Diakatakannya bahwa, perkembangan ketenagalistrikan mengalami perkembangan yang luar biasa, seperti ramah lingkungan, efesiensi dan terbarukan bagi perkembangan energi listrik dimasa akan datang. Saat ini menurut Luhut, masing-masing negara berlomba mewujudkan teknologi bersih. Indonesia sebagai negara yang besar dan kaya dengan berbagai sumber energi terbarukan tentunya memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan teknologi pembangkit yang ramah lingkungan.

 

Seperti perkembangan teknologi baterai yang cukup signifikan, tentunya akan menjadikan harapan baru bagi pengembangan penyimpanan daya listrik dimasa datang dan besar harapan kedepan, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dibidang energi, ujarnya.

 

Melalui kerjasama Luhut berharap produk dalam negeri mampu mendorong dan   berkualitas tinggi dan dengan kemampuan teknologi akan membawa kita menjadi bangsa yang mandiri. Serta komitmen semua pihak dapat konsisten saling mendukung dalam melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).      

 

Implementasi Target TKDN

Kelistrikan merupakan insfrastruktur utama dalam pembangunan di Indonesia, khususnya peningkatan daya saing industri, saat ini pemerintah berupaya melakukan berbagai program percepatan tidak hanya memenuhi target elektrifikasi namun juga mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang ada.

 

Kepala BPPT Hammam Riza dikesempatan yang sama menuturkan, Nota Kesepahaman yang ditandatangani kali ini adalah perpanjangan dari Nota Kesepahaman sebelumnya dengan menambah lingkup yang relevan dan akan mendorong kebangkitan ekonomi nasional ditengah situasi pandemi ini. Hal ini sesuai dengan peran BPPT sebagai audit dan kliring teknologi.

 

Selain itu, sebagai wujud peran BPPT untuk membantu PLN merealisasikan Target TKDN dalam berbagai mega proyek di Lingkungan BUMN diantaranya pengkajian dan penerapan teknologi sumber energi bahan bakar ketenagalistrikan, teknologi pembangkit tenaga listrik, teknologi peralatan infrastruktur ketenagalistrikan dan teknologi industri dalam negeri dalam mendukung P3DN guna kepentingan ketenagalistrikan nasional.

 

Hammam menyebut bahwa BPPT bersama PLN juga melakukan Assessment atau Audit Teknologi pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan paska pembangunan proyek ketenaglistrikan dalam hal Penggunaan Produk Dalam Negeri.

 

Serta implementasi prototype atau pembuatan proyek percontohan dalam bidang teknologi sumber energi bahan bakar ketenagalistrikan, teknologi pembangkit tenaga listrik dan industri manufaktur peralatan untuk ketenagalistrikan.

 

Oleh karena itu, menjadi sebuah tantangan bagi BPPT untuk senantiasa meningkatkan kemampuan SDMnya baik dari sisi pengetahuan dasar engineering, science, bisnis, legal aspect dalam hal hak cipta dan lisensi teknologi serta aspect komersial dan finance, jelasnya.

 

Hal senada juga di utarakan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini bahwa dalam melakukan proyek ketenagalistrikan, PLN berkomitmen untuk mengutamakan industri dalam negeri sebagai implementasi peraturan perundangan sehingga hal tersebut merupakan peluang bagi industri dalam negeri agar lebih berperan sekaligus meningkatkan kapabilitas industrinya dalam mendukung proyek-proyek ketenagalistrikan.

 

Dalam mengimplenemtasikan P3DN, PLN sangat membutuhkan sinergi, dukungan dan keterbukaan dari para stakeholder dengan harapan keterlibatan industri dalam negeri sebagai mitra kerja pada proyek ketenagalistrikan bisa berjalan dengan optimal sesuai kondisi dan kapabilitas industri sehingga tercipta suatu iklim yang kondusif dan secara makro dapat meningkatkan perekonomian nasional.

 

Melalui webinar dan penandatanganan kerjasama ini juga diharapkan dapat menjadi sebuah wadah dan berbagi pengetahuan antar stakeholder sehingga dapat terjalin komunikasi dan pemahaman yang lebih baik guna tercapainya kebutuhan bersama dalam rangka pembangunan insfrastruktur untuk kepentingan bangsa, jelasnya. (Humas BPPT)