1432
Hits

TMC BPPT SIAP ATASI BENCANA ASAP DI WILAYAH KALIMANTAN

 

Kepala UPTHB BPPT, F. Heru Widodo mengatakan bahwa pola bencana asap tahun ini, hampir sama dengan pola bencana asap di tahun 2006-2007. “Polanya sama,  jika dilihat dari sebaran hotspot dan kawasan asapnya” jelasnya.

Adapun secara simbolis pembukaan operasi dilakukan oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif  dengan memukul Gendang Tatau (alat musik khas Dayak) pada Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Asap Regional Kalimantan yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kalteng, Deputi TPSA BPPT dan instansi terkait seperti, Kemenko Kesra, Kemendagri, BNPB dan BMKG.

Pada sambutannya Syamsul mengatakan, penanggulangan bencana asap di Kalimantan ini akan dilakukan dengan dua konsep, melalui darat dan udara. “Melalui darat kami melakukan dua cara yaitu dengan memadamkan, maupun melakukan pengontrolan. Sedangkan lewat udara kami juga melakukannya melalui Teknologi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing,” ungkapnya.

Syamsul juga menambahkan, operasi ini didukung juga oleh TNI-AU dengan meminjamkan pesawat Hercules A-1323. “Ada juga pesawat Casa 212 milik BPPT yang akan dipakai untuk penyemaian awan. Sedangkan untuk Water Bombing, rencananya akan didatangkan pesawat Camov dan Sikorsky yang masing-masing mempunyai kapasitas tamping 4000an liter air,” paparnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustinus Teras Narang pada sambutannya menghimbau kepada seluruh jajarannya untuk lebih berkordinasi dalam penanganan bencana taunan ini. “Koordinasi harus dilakukan dengan cepat, semua pihak harus saling mendukung. Personil khusus dari TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana, Brigade Resque, Satpol PP, dinas kehutanan dan instansi lainya telah di siagakan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTHB BPPT menyampaikan Posko Satgas udara terletak di kompleks Pemadam Kebakaran (PK) di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. Dia menambahkan pada operasi TMC kali ini akan didukung 2 Pos Meteorologi (Posmet) di Sampit dan Kapuas dan 4 peralatan Ground Base Generator  untuk pengendalian asap dari darat. “Selain menanggulangi bencana asap dan gambut, TMC kali ini juga diperuntukkan dalam mendukung kelancaraan arus bandara yang ditakutkan terhambat oleh asap,” pungkas Heru. (SYRRA/humas)