5752
Hits

UPT Hujan Buatan Modifikasi Cuaca DKI Jakarta (III)

 

Melanjutkan pernyataan Ridwan, tim pelaksana Operasi TMC menyatakan bahwa  rekayasa cuaca yang dilakukan selama lima hari pelaksanaannya telah berhasil mengurangi 22% curah hujan di DKI Jakarta. Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Florentinus Heru Widodo mengatakan tim TMC sudah melakukan sembilan penerbangan dengan satu buah pesawat Hercules A-1328. Bahan semai garam (NaCl) powder yang dipakai sebanyak 34 ton. "Kita berupaya menghujankan awan di barat Jawa, Pelabuhan Ratu, dan Selat Sunda. Selain di udara, kita juga lakukan penyemaian di darat melalui ground based generator (GBG) di sejumlah wilayah," imbuhnya.

Heru juga mengakui hasil tersebut belum membuatnya puas karena target yang dicanangkan adalah 30 persen. Hal ini menurutnya terjadi karena hanya menggunakan satu pesawat. Sehingga dalam sehari hanya bisa melakukan satu hingga dua kali penerbangan. “Beda dengan TMC awal tahun 2013 lalu yang menggunakan tiga pesawat. Sehari bisa dilakukan enam sampai tujuh sorti penerbangan,” paparnya.

Kendala lainnya karakteristik pola hujan di tahun 2014 berbeda dengan tahun 2013. Hujan tahun ini didominasi hujan di malam hari. Hal ini menjadi kendala bagi TMC, karena penerbangan pesawat hanya bisa dilakukan mulai pagi sampai sore hari. Heru juga mengupayakan kedepan akan ada penambahan pesawat untuk mendukung pelaksanaan rekayasa cuaca ini. Saat ini tim TMC BPPT, jelasnya sedang melakukan rekayasa modifikasi cuaca dengan menggunakan pesawat nir-awak. Namun sejauh ini menurutnya paling dinamis adalah dengan pesawat dan GBG. (SYRA/Humas)