2770
Hits

WAPRES RI Jusuf Kalla: BPPT Harus Unggul dalam Rekayasa Teknologi

Administrator
03 Aug 2017
Layanan Info Publik

Dikatakan Kepala BPPT,  Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) diberikan kepada mereka yang telah berjasa menghasilkan karya nyata di bidang teknologi/kerekayasaan, yang berimplikasi kepada peningkatan perekonomian, kesejahteraan masyarakat, martabat dan kemandirian bangsa Indonesia. Penganugerahan ini diberikan karena kiprah Basuki mencerminkan esensi kegiatan yang banyak berperan dalam kegiatan perekayasaan infrastruktur.
 
"Terintegrasinya Indonesia dalam pasar ASEAN memerlukan keunggulan kompetitif. Daya saing kita yang rendah ini karena minimnya infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang baik, Indonesia akan tertinggal di regional dan global. Inilah yang memotivasi kami memilih Pak Basuki sebagai perekayasa utama kehormatan 2017," paparnya.
 
Di tempat yang sama, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, saat didaulat ke podium, juga memberi apresiasi atas kerja keras Menteri Basuki dalam membangun infrastruktur nasional.
 
"Pak Basuki punya kecerdasan di belakang dan di luar meja (lapangan). Banyak yang pintar di meja atau sebaliknya," ujar Wapres dalam sambutannya.

Lebih lanjut Jusuf Kalla yang dikenal dengan sapaan JK,  menuturkan tentang peran BPPT saat ini. Menurutnya, BPPT harus dapat membuat atau merekayasa teknologi sehingga mudah untuk digunakan.

"Teknologi itu harus mampu membuat lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Karena sesuai nama ketua BPPT unggul kita mau teknologi yang unggul untuk negeri ini," kata Pak JK.

BPPT dikatakan Wapres, harus bisa memberi falsafah dasar membuat sesuatu rekayasa. Apa yang dicapai BPPT imbuhnya, harus memiliki manfaat bagi pembangunan.
 
 
"Keberhasilan rekayasa teknologi  akan menjadikan bangsa kita dapat lebih bersaing. Itulah prinsip dasar hari ini," tegasnya.
 

Sementara itu saat menyampaikan Orasi Ilmiahnya yang berjudul “Terobosan dalam Pembangunan Infrastruktur untuk Mengejar Ketertinggalan”, Basuki Hadimuljono bercerita tentang terobosan dalam pembangunan infrastruktur untuk mengejar Ketertinggalan. Penempatan pembangunan infrastruktur dalam kebijakan utama pemerintah, dianggap Basuki merupakan pilihan yang strategis.

"Kita perlu terus meningkatkan daya saing secara konsisten dan sistematis, melalui pelayanan infrastruktur, seperti irigasi, bendungan, jalan dan jembatan, pelabuhan laut, udara sanitasi dan air minum serta perumahan," kata Menteri PUPR ini.
 
Penganugerahan inipun bagi Basuki merupakan momen teramat istimewa. Usai dikalungi medali Perekayasa Utama Kehormatan, Basuki menyampaikan bahwa dalam jajaran Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, selalu bekerja keras membangun Indonesia.
 
"Pembangunan, khususnya infrastruktur, menjadi prioritas utama pembangunan nasional seperti dalam Nawacita dan RPJMN," pungkasnya. (Humas/HMP)