7581
Hits

WIRATMAN WANGSADINATA: BAPAK BETON PERAIH GELAR PEREKAYASA UTAMA KEHORMATAN 2011

Administrator
28 Sep 2011
Layanan Info Publik

 

Demikian dikatakan Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar dalam sambutannya saat acara Penganugerahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) Tahun 2011 di BPPT (28/9). Lebih lanjut dikatakan bahwa Gelar PUK tahun 2011 diberikan kepada Wiratman Wangsadinata, seorang putra terbaik bangsa yang tidak diragukan dedikasi, integritas dan profesionalisme sebagai engineer dan enterpreneur bahkan guru besar yang sukses di bidang infrastruktur.

Karya-karyanya telah menghiasi perjalanan sejarah suksesnya putra bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi beton, gempa, gedung tinggi dan jembatan. Diantara karyanya yang monumental adalah Gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, Bakrie Tower dan Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Rajamandala di Bandung, Restorasi Candi Borobudur di Magelang serta Keuliling Dam di Aceh, paparnya.

Bahkan di Usianya yang ke 76 tahun, lanjutnya, Ia masih mempunyai semangat untuk berinovasi dan menghasilkan karya-karya besar termasuk rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Diharapkan dengan karya-karyanya dapat semakin memotivasi dan menginspirasi para perekayasa dalam berkarya membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera, seru Marzan.

Sebelumnya, Wiratman berkesempatan untuk memaparkan orasi ilmiahnya mengenai rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda. Desain struktur atas Jembatan Gantung Selat Sunda mengacu pada desain Jembatan Selat Messina, sedangkan desain struktur bawahnya mengacu pada desain Jembatan Akashi Kaikyo. Dalam pra desain yang merupakan bagian dari pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda oleh Wiratman & Associates, telah diperhitungkan pula kekuatan dan kehandalan struktur yang ditinjau dari beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa , jelasnya.

Disebutkan pula dalam orasinya bahwa dari studi yang telah dilakukan, Jembatan Gantung Selat Sunda merupakan jembatan yang bebas flutter atau pengaruh angin. Selain itu, pada kasus Selat Sunda, struktur jembatan didesain untuk menahan gempa hingga besaran 9.0 Skala Richter. Direncanakan proses pembangunan jembatan akan dimulai pada 2014 mendatang dan memerlukan waktu 10 tahun untuk penyelesaiannya, jelasnya.

Penganugerahan Gelar PUK dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke 33 BPPT, yang diberikan kepada warga negara pilihan atas jasa-jasanya yang sangat besar dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan Bangsa Indonesia melalui inovasi dalam kegiatan kerekayasaan/teknologi di bidang yang ditekuninya.

Penganugerahan Gelar PUK 2011 merupakan penganugerahan yang kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada 2007 silam. Selama empat kali berturut-turut, BPPT telah memberikan Penganugerahan Gelar PUK kepada Emil Salim - bidang Lingkungan dan Kebumian pada tahun 2007, Ciputra - bidang Arsitektur tahun 2008, Rahmat Gobel - bidang Manufaktur & Industri tahun 2009 dan tahun 2010, Penghargaan Gelar PUK diberikan kepada Arifin Panigoro - bidang Energy. (KSYRA/humas)