8916
Hits

AUDIT TEKNOLOGI BPPT 2011: FOKUS IT, KELISTRIKAN DAN INDUSTRI GULA

Administrator
27 Jan 2011
Kebijakan Teknologi

Perkembangan IT, lanjut Arya, saat ini sudah sangat pesat dan meluas sekali baik di kalangan masyarakat maupun pemerintah. Tujuan PAT melakukan audit IT adalah untuk menyusun standardisasi e-government baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sementara untuk bidang kelistrikan, menurut Arya, dari survey yang pernah dilakukan diketahui bahwa Jakarta mengalami kebocoran listrik hingga mencapai 12%. Artinya apa yang diproduksi tidak sesuai dengan apa yang menghasilkan revenue. 12% jika dikalikan dengan ratusan ribu giga watt merupakan angka yang cukup besar. Tentu saja hal ini perlu disiasati dalam menyelesaikannya, jelas Arya.

Arya menjelaskan, terdapat tiga fokus yang akan dilakukan dalam audit kelistrikan, pertama audit ke beberapa pembangkit yang bermasalah. Misalnya ada beberapa pembangkit yang ternyata tidak running 100%, kebanyakan yaitu pembangkit batubara. Kedua audit untuk sistem transmisi dan distribusi.

"Jika dijumlahkan, seluruh pembangkit di Jakarta sangat cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga Jakarta. Yang menjadi masalah adalah sistem distribusinya, karena sebenarnya antara Jakarta dan kota lainnya peaknya tidak bersamaan. Jadi yang diperlukan adalah pengaturan yang benar agar semua kebutuhan listrik terpenuhi, ungkapnya lebih lanjut.

Selama ini kita salah strategi karena jika kekurangan listrik, yang dilakukan adalah menambah beban, padahal ternyata banyak pembangkit yang tidak full capacity. Jadi, yang harus menjadi perhatian dalam mengatasi masalah listrik adalah bukan hanya dengan menambah beban, tetapi pendistribusiannya juga harus diperhatikan.

Selain itu kami juga akan mengaudit beberapa peralatan rumah tangga, baik dari sisi energi maupun dari sisi fungsinya. Karena banyak ditemukan ternyata alat rumah tangga ada yang mereduce daya tapi malah menimbulkan permasalahan lain seperti mengganggu jaringan. Hal pertama yang akan kami lakukan adalah menguji lampu jalan raya (PJU), terang Arya.

Demikian juga dalam bidang Audit industri gula nasional yang merupakan program nasional. Tahun 2015 mendatang, pemerintah akan merevitalisasi seluruh industri gula nasional yang selama ini dianggap inefisien.

Kita akan lakukan audit, misalnya teknologi apa yang harus diganti. Audit tidak hanya dilakukan di pabriknya saja, tetapi mulai dari perkebunan tebunya, yang berkaitan dengan peningkatan hasil panen tanaman tebu, terang Arya.

Reorganisasi PAT

PAT, menurut Arya, saat ini sedang melakukan reorganisasi. Nantinya, akan ada bidang yang menangani masalah audit untuk perlindungan kepentingan publik. Selain itu PAT juga akan melakukan audit-audit untuk meningkatkan daya saing industri, serta audit yang ditujukan untuk membina sistem nasional audit teknologi.

Belum banyak orang yang tahu dan paham tentang audit teknologi, padahal audit teknologi sangatlah penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan user. PAT menginginkan kemampuan audit teknologi tidak hanya menjadi tugas BPPT semata.

Saya ingin nantinya di setiap daerah ada lembaga yang mempunyai kemampuan untuk melakukan audit teknologi di daerah setempat. BPPT dalam hal ini akan mejadi lembaga acuan. Tahun ini, kami berencana untuk mendeklarasikan Ikatan Auditor Teknologi Indonesia. Selain itu kami juga akan mendaftarkan profesi auditor ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi, kata Arya. (YRA/humas)