11299
Hits

AUDIT TEKNOLOGI UNTUK INDUSTRI NASIONAL

Administrator
07 Jun 2010
Kebijakan Teknologi

‚Berawal dari keinginan tersebut, kami di Pusat Audit Teknologi (PAT) secara voluntary kami melakukan audit teknologi secara menyeluruh, mulai dari proses perencanaan, mekanisme hingga pada pemasaran di PT INKA. Berdasarkan audit tersebut, kami memberikan beberapa rekomendasi yang kemudian ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama‚, kata Direktur Pusat Audit Teknologi BPPT, Hasan M Djajadiningrat, saat diwawancarai, Senin (7/06).

PAT dan PT INKA telah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penelitian dan Pengembangan Standarisasi, Regulasi dan Sertifikasi Teknologi Sistem Kendali Kereta Api, serta Pengkajian dan Penerapan Audit Teknologi dan Tata Kelola Teknologi Informasi pada 18 Mei 2010 di Madiun.

Menurut perekayasa bidang Monitoring dan Evaluasi PAT, Edy Rahardjo, yang dilakukan oleh tim PAT adalah memberikan rekomendasi dan masukan mengenai regulasi dan standardisasi yang dapat dijadikan pijakan Kementerian Perhubungan, terkait persoalan kereta api. ‚Draft standar dan rekomendasi tersebut, diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kinerja dan produktifitas, termasuk didalamnya adalah keselamatan penumpang‚.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Sistem Manajemen Proses Audit-PAT, Yudi Purwantoro, mengatakan bahwa PKS tersebut terkait dengan keinginan PT INKA untuk Go Public tahun 2012 nanti. ‚Untuk bisa go public, tentunya ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh PT INKA seperti tata kelola manajemen yang baik, peningkatan produksi hingga pada peningkatan kemampuan sumberdaya manusia‚.

‚Ruang lingkup audit yang kami lakukan di PT INKA adalah seputar peningkatan penggunaan IT melalui ERP (Enterprise Resource Planning). BPPT membantu mengawal serta mengaudit proses ERP. Ibaratnya kita bertindak sebagai quality control‚, tambah Yudi.

Berbicara mengenai audit teknologi di Indonesia, Hasan mengatakan bahwa masih banyak anggapan yang salah tentang audit. ‚Audit teknologi bukan untuk mencari kesalahan. Fungsi audit sebenarnya diantaranya untuk mengetahui status teknologi yang dimiliki, meningkatkan efektifitas dan efisiensi teknologi, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan demi kepuasan pelanggan, serta mengidentifikasi resiko-resiko seperti finansial, keselamatan dan legal serta menghindari kerugian dari penggunaan teknologi tertentu‚.

‚Kedepan, PAT akan melakukan audit teknologi terhadap program-program prioritas Nasional. Antara lain untuk sektor pangan, energi dan manufaktur. Saya berharap, keterlibatan audit teknologi akan berperan secara nyata dalam mendukung perkembangan industri nasional Indonesia‚, tutur Hasan. (YRA/humas)