7211
Hits

Berikan Kontribusi Inovasi Teknologi, BPPT Serahkan Produk Riset Dan Pelatihan Teknologi Produksi Kakao Di Kabupaten Soppeng

 

 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Eniya Listiani Dewi dalam sambutannya mengatakan bahwa kakao  merupakan komoditi  ekspor andalan yang bernilai ekonomi tinggi bagi Indonesia. Sesuai tugas dan fungsinya, BPPT berupaya memberikan kontribusi inovasi teknologi dalam budidaya dan pengolahan produk kakao di masyarakat.

 

Inovasi-inovasi teknologi yang terus dilakukan oleh BPPT menurut Eniya bertujuan untuk meningkatkan produktifitas kakao, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyrakat.

 

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sulawesi Selatan M. Firda yang hadir pada acara tersebut menjelaskan bahwa diseminasi inovasi-inovasi teknologi budidaya yang dikembangkan BPPT sangat membantu mendorong peningkatan produktifitas dan mutu hasil tanaman kakao di masyarakat Sulawesi Selatan.

 

Senada dengan M.Firda, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Soppeng A. Werdin menuturkan bahwa program peningkatan produktifitas kakao amat sangat sejalan dengan program pengembangan kakao yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng.  

 

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian Arief Arianto berharap melalui berbagai hasil pengkajian teknologi yang telah dilakukan BPPT dan diimplementasikan di masyarakat seperti teknik minigrafting disertai penggunaan stimulan grafting untuk perbanyakan bibit kakao, teknik pengendalian hama dan penyakit, teknik pemupukan dan teknik pembuatan coklat sebagai produk hilir kakao di masyarakat, akan meningkatkan produksi kakao dan berkembangnya industri hilir kakao di masyarakat.

 

Pada acara yang di hadiri oleh lebih dari 50 orang petani penangkar kakao tersebut, BPPT juga menyerahkan bibit-bibit tanaman kakao produk pengkajian teknologi yang siap tanam. Bibit kakao tersebut merupakan bibit yang diperbanyak melalui teknik perbanyakan yang diperkenalkan BPPT yaitu teknik sambung pucuk minigrafting dikombinasikan dengan aplikasi produk stimulan grafting  yang bernama Mulako. Teknik ini dapat meningkatkan persentasi tumbuh bibit kakao  hingga lebih dari 90 persen serta mempercepat waktu kesiapan bibit untuk ditanam. (Humas/HMP)