7052
Hits

Berita Foto : Forum Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Indonesia-Tiongkok

Administrator
28 Nov 2017
Foto

Pemerintah Indonesia dan Tiongkok (Republik Rakyat China) berupaya tingkatkan kerjasama di bidang ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi dalam satu dekade yang lalu.  Peningkatan kerjasama Iptek dan Inovasi antara kedua negara ini telah dirintis sejak tahun 2011 yang ditandai dengan  penandatanganan perjanjian kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada tahun 2011.

 

Tari Lenggang Nyai, kesenian dari Betawi, menyambut para peserta Forum Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Indonesia-Tiongkok yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Ristekdikti, Senayan, Jakarta. 27-11-2017.

 

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan kolaborasi dalam bidang Iptekin dan Dikti antara Indonesia dan Tiongkok, sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan keempat di dunia, akan dapat menjadi pioneer dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia.

 

 Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Republik Rakyat Tiongkok Wang Zhigang bereterima kasih atas sambutan dan dukungan penuh dari Indonesia dalam rangka kolaborasi ilmu pengetahuan dan teknologi antar kedua Negara

 

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono yang bertindak mewakili Menteri Koordinator PMK mengatakan akses pendidikan dasar dan pendidikan tinggi generasi muda Indonesia harus dibuka secara luas dan dilaksanakan dengan baik.

 

Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Liu Yandong berujar Tiongkok dan Indonesia telah menandatangani 7 kesepakatan kerjasama di bidang Iptek dan membangun 2 laboratorium gabungan tingkat nasional dan 1 pusat transfer teknologi.

 

Dalam forum ini juga diluncurkan Plan of Action on Science, Technology and Innovation Cooperation selama tiga tahun (2018-2020) sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama kedua pihak serta launching tiga kerja sama yang telah berjalan yaitu: (i) Laboratorium bersama bioteknologi, dengan focal point-nya adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); (ii) Laboratorium bersama reaktor gas pendingin bertekanan tinggi, focal point-nya adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) ; dan (iii) Pusat alih teknologi, dengan focal point-nya adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

 

 

 

Berfoto Bersama (ki-ka) Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi RRT Wang Zhigang, Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong, Deputi Bidang Koord. Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono, Menristekdikti M. Nasir.

 

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Eniya L. Dewi (ungu) bersama Kepala LPNK lainnya dibawah koordiansi Kemenristekdikti turut hadir dalam forum tersebut.

 

Deputi TAB BPPT Eniya L. Dewi memaparkan inovasi teknologi enzym BPPT yang telah digunakan oleh industri, seperti peyamakan kulit dan percepatan perkembangan benih, kepada Delegasi Tiongkok dan peserta forum

 

 

 

Deputi TAB BPPT Eniuya L. Dewi (ungu) berfoto bersama dengan pembicara serta penanggap sesi Joint Laboratory Indonesia-Tiongkok.

 

Deputi TAB BPPT menegaskan kepada rekan media bahwa kerja sama antara Indonesia dalam laboratorium bersama bioteknologi antara BPPT dengan Zhejiang University akan fokus dalam 3 bidang, yaitu enzym, bio fertilizer, dan bio pestisida.