7708
Hits

BPPT Berhasil Inkubasi Usaha Rintisan BIOMAGG

Administrator
31 Dec 2018
Kebijakan Teknologi

 

“Sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot. Kemudian, maggot atau belatung yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk ternak unggas dan ikan lele, yang dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya disela acara peresmian Pengolahan Sampah Organik Berbasis Masyarakat, di Kelurahan Curug, Depok, Jawa Barat, Kamis, (27/12/2018). 

Upaya tersebut kata Anugerah dapat menjadi solusi masalah penumpukan sampah yang sulit diatasi di pemukiman padat. Selain itu katanya, para peternak yang kerap kesulitan mendapatkan pakan, dapat menggunakan maggot ini juga untuk dikonsumsi ternaknya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Anugerah, BPPT melalui Balai Inkubator Teknologi memang terus berupaya melakukan pendampingan terhadap usaha rintisan. Hal ini penting agar usaha rintisan ini dapat berkembang, dengan menggunakan teknologi yang handal, serta melakukan proses bisnis yang tepat.

“Kedepan kami targetkan muncul lebih banyak usaha rintisan yang menghasilkan inovasi terbaik. Sehingga muncul generasi yang siap usaha berbasis inovasi teknologi karya negeri sendiri,” tegasnya.

Sebagai informasi seremoni peluncuran BIOMAGG inipun juga ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasindo (Persero) Reni Rizal, didampingi Kepala Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT Anugerah Widiyanto, dan CEO Biomagg Indonesia Aminudi.

Dikatakan pihak Jasindo Reni Rizal, pihaknya telah menggelontorkan dana untuk mendukung pengembangan bisnis BIOMAGG.

“Kami telah memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan Biomagg. Dana tersebut merupakan dana program kemitraan bina lingkungan (PKBL),” ungkapnya. 

Sementara diakui CEO BIOMAGG, Aminudi, dengan dana tersebut, serta adanya pendampingan usaha berbasis teknologi dari BPPT, Biomagg berhasil mengembangkan usahanya.

“Terima kasih BPPT dan dukungan Jasindo, kami telah tingkatkan kapasitas produksinya dan telah meluncurkan pengolahan sampah organik berbasis masyarakat,” bangganya. (Humas/HMP)