5088
Hits

BPPT dan Komisi VII DPR-RI Tingkatkan Produktivitas Perikanan di Kepulauan Seribu

 
"Budidaya ikan air tawar dapat menjadi pilihan dalam  pemenuhan program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi ketersediaan pangan protein hewani khususnya ikan," paparnya di hadapan Anggota Komisi VII DPR RI dan puluhan kelompok pembudidaya ikan. 
 
 
 
Rekayasa teknologi pangan, dalam hal ini Ikan Nila disebut Dudi, telah sesuai dengan perkembangan lingkungan, seperti halnya era pemanasan global.
 
 
 
"Dengan berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi BPPT telah mengembangkan berbagai jenis ikan nila. Selain itu berbagai inovasi teknologi pun dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas ikan nila," katanya.
 
 
 
Sebagai informasi, acara Diseminasi Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul ini dihadiri oleh Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Kepulauan Seribu – Provinsi DKI Jakarta.  Pada kesempatan tersebut hadir Anggota DPR-RI Komisi VII Ivan Doly Gultom, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Seribu Sutrisno, Lurah Pulau Pari Surachman, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Soni Solistia Wirawan, dan Wakil Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT.
 
 
 
 
Dalam acara ini disampaikan juga materi pelatihan tentang “Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul” oleh Dedy Yaniharto (Perekayasa Madya BPPT) dan “Praktek pembuatan pakan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus dan suplemen pertumbuhan rGH” oleh Kiki Mariya Dewi dan M.Kholik Firmansyah (Perekayasa Pertama BPPT).
 
 
"Diharapkan kegiatan diseminasi teknologi ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Kepulauan Seribu khususnya dan Provinsi DKI Jakarta pada umumnya," pungkas Dudi. (Humas/HMP)