6161
Hits

BPPT Dorong Pertumbuhan 'Technopreneur' di Indonesia

Administrator
23 Apr 2016
Kebijakan Teknologi

 

"Mereka  diundang setelah memasukan proposal rencana bisnis kepada BPPT melalui website BIT-BPPT dan TBIC (Technology Business Incubation Center) Puspiptek Serpong. Terdapat 126 proposal rencana bisnis yang masuk, sedangkan peserta yang kita undang sebanyak 100," papar Deputi PKT BPPT pada pembuka acara, Tangsel, (19/4).

 

Tatang mengatakan proposal rencana bisnis itu akan diseleksi mana saja dari peserta yang akan ikut serta dalam inkubasi. Selama inkubasi itu kami akan memberikan pelatihan sampai mereka mampu mandiri menjadi technopreneur.

 

"Kriteria seleksi meliputi solusi permasalahan, produk, kapasitas calon technopreneur, proyek bisnis, serta Hak Kekayaan Intelektual dan sertifikasinya," jelas Tatang.

 

Tatang mengatakan peserta sebagian besar merupakan pemula dibidang bisnis serta masih rendah dalam menggunakan teknologi. Namun mereka memiliki ide yang bagus untuk dikembangkan maka melalui inkubasi ini kita akan memberikan bimbingan sampai akhirnya ide tersebut dapat direalisasikan.

 

Sebagaimana umumnya para pengusaha yang tengah merintis usahanya Tatang juga mengungkapkan biasanya menghadapi kendala permodalan. Namun Tatang memastikan setelah proses inkubasi ini akan ada lembaga pembiayaan termasuk bank yang siap untuk menggandeng sebagai mitra.

 

Sebagai contoh kisah sukses Technopreneur, Tatang menyebut pencipta makanan kemasan siap saji yang kini dipergunakan BNPB dan BPBD saat terjadi bencana. "Ada juga yang membuat perangkat lunak yang mampu menterjemahkan suara menjadi tulisan yang kini dipergunakan KPK, serta banyak lainnya," pungkasnya. (Humas/HMP)