6297
Hits

BPPT Gagas Pembangunan Pusat Inovasi Primakara Denpasar

Administrator
22 Sep 2015
Kebijakan Teknologi

 


Salah satu National Science and Technology Park yang sudah dibangun dan merupakan percontohan nasional adalah kawasan  adalah Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong. Pembangunan PUSPIPTEK ini digagas oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) dan bermitra dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya adalah menumbuhkembangkan dan menciptakan bisnis-bisnis inovatif (technopreneur).



Salah satu mitra BPPT dalam membangun Program National Science Technology Park PUSPIPTEK adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara Denpasar.



 Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi  (PKT) Tatang A Taufik mengatakan sejak tahun lalu BPPT sudah menjalin kerjasama dengan STMIK Primakara.



"Kami sangat berharap STMIK Primakara dapat menjadi kampus pelopor  menumbuhkembangkan lahirnya industri kreatif di Indonesia dan khususnya di Bali," kata Tatang di Acara Seminar Peran Pusat Inovasi Untuk Menumbuhkembangkan Technopreneurship di Kalangan Dunia Pendidikan dan Peresmian  Pusat Inovasi Primakara di Denpasar, (21/09).



Tatang menjelaskan untuk mewujudkan lahirnya para technopreneur muda, kuncinya adalah para mahasiswa yang masuk kedalam usia produktif harus terus menambah wawasan dan merubah pola pikir untuk menjadi seseorang yang kreatif dan inovatif.



"Kerjasama ini merupakan modal yang baik untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang nantinya bisa menjadi technopreneur-technopreneur  muda di Indonesia," harap Tatang.



Di tempat yang sama, Made Artana Ketua Yayasan STMIK Primakara menyampaikan bahwa sejarah pembangunan kampus ini tidak terlepas dari peran dan dukungan BPPT. Melalui kerjasama dengan BPPT diharapkan STMIK Primakara bisa menjadi kampus technopreneur.



"Terkait terbentuknya Pusat Inovasi Primakara yang dicanangkan oleh BPPT. Kami berharap Pusat Inovasi ini nantinya memiliki peran sebagai creativity and commerce yang mampu mengkomersialisasikan hasil dari sebuah kreatifitas," tutup Made Artana. (Humas)