3144
Hits

BPPT Gandeng Industri Strategis Majukan Teknologi Hankam Indonesia

Administrator
07 Jul 2015
Layanan Info Publik

 

Wujud BPPT dalam meningkatkan industri strategis hankam itu tertuang dalam Penandatangan Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara ITB, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), dan PT LEN Industri (Persero), tentang penelitian, pengembangan, kerekayasaan, standardisasi produk alat, peralatan pertahanan dan keamanan, serta produk strategis demi mendukung kemandirian bangsa.

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan BPPT bersama sejumlah industri strategis sedang mengembangkan kapal selam untuk sistem persenjataan (alutsista), pesawat tanpa awak (drone) dan propelan bahan peledak.

 

"Untuk mendukung industri strategis tersebut, BPPT sudah memiliki 17 laboratorium, di antara Balai Besar Teknologi Energi, Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi dan lainnya. Selain itu, BPPT juga memiliki 7 klaster laboratorium terpadu untuk melakukan inovasi," kata Unggul, di acara Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan di Puspitek Serpong, Senin (6/7).

 

Unggul juga menambahkan, BPPT juga siap menjadi tempat pengujian prototipe yang dihasilkan industri strategis. "Misalnya untuk menguji pesawat terbang bisa dilakukan uji terowongan sirkuit di Laboratorium Aero Gas dan Getaran BPPT dan uji kapal di Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika BPPT," ujarnya. (Humas)