3462
Hits

BPPT Gelar Konferensi AGERS 2020, Bahas Penelitian Global Bidang Geosains, Elektronik Serta Teknologi Penginderaan Jauh

Administrator
07 Dec 2020
Layanan Info Publik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalu Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSDW) menggelar The 2020 IEEE Asia-Pacific Conference On Geoscience, Electronics And Remote Sensing Technology (AGERS) (7/12).

 

Penginderaan jauh merupakan salah satu sumber data geospasial. Komponen utamanya adalah sensor, kendaraan, dan teknik akuisisi serta pemrosesan data. Komponen-komponen tersebut tidak lepas dari kegiatan engineering, yang artinya konsep technology push and market pull harus diperhatikan. 


Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro secara daring mengatakan, BPPT agar fokus menghasilkan inovasi teknologi penginderaan jauh. Tantangan yang dihadapi memang penting untuk memastikan mitigasi bencana yang baik dan penguatan ketahanan daerah. Menurut Bambang, perlunya memahami interaksi darat, laut dan atmosfer dan itu membutuhkan upaya kolektif yang dinamis dalam kolaborasi riset asia pasifik regional.

  
Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia meningkatkan upayanya untuk memenuhi visi 2045 bersamaan dengan upaya meningkatkan kontribusi ekonomi dari sektor Litbang dan sektor industri inovasi.

  
Selama era pandemi, Kemristek / BRIN memiliki tugas menghasilkan inovasi untuk melawan Covid-19. Bambang menyebut, pihaknya melakukan dengan menerapkan apa yang di sebut Triple Helix. Definisi triple helix sudah terkenal dan diterapkan di banyak negara maju terutama yang memiliki inovasi kuat seperti Swiss, Swedia, Jepang & Korea Selatan.

 

Selama pandemi ini, di Indonesia Triple Helix bekerja dengan cukup lancar. Kami bertugas mengkoordinasikan, sinergi dengan mengikutsertakan akademisi, beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian seperti: BPPT, LIPI, LAPAN, BATAN dan pihak swasta termasuk BUMN.

 
Sementara, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk menyediakan forum bagi akademisi, cendekiawan dan praktisi untuk bertukar pikiran dan berdiskusi tentang perkembangan terkini dan tren penelitian global di bidang geosains, elektronik dan teknologi penginderaan jauh.

 
Lebih lanjut kata Hammam, Joint Aerospace & Electronics System Society dan Geoscience & Remote Sensing Society ini didirikan di Indonesia oleh IEEE pada Mei 2013. Ini adalah platform bagi mereka yang tertarik dengan Aerospace & Electronics serta Geoscience & Remote Sensing.

 
Pada tahun 2018, Asia Pacific Conference on Geoscience, Electronics and Remote Sensing Technology (AGERS) diluncurkan untuk mendukung para profesional di Asia Pasifik melalui konferensi tahunan, rapat teknis, kursus singkat dan pelatihan. Konferensi dan pelatihan pertama berhasil dilaksanakan pada tahun 2018. Pada tahun 2019 AGERS menyelenggarakan konferensi ke-2 dengan topik pemahaman dan peramalan dinamika daratan, lautan, dan maritim. 

 
Selain itu menurutnya, Technology Push merupakan inovasi produk yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi, komunikasi, komputasi dan teknologi pendukung lainnya yang mendorong lahirnya era Industri 4.0, kombinasi dari internet of things (IoT), analisis data besar, kecerdasan buatan, dan komputasi awan.

  
Era ini menunjukkan bahwa perubahan ke arah transformasi digital merupakan suatu keniscayaan dan tidak dapat dihindari, jelas Hammam. Diharapkan dengan konferensi ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan perkembangan teknologi kedepan, pungkasnya.

 
Sebagai informasi, Konferensi ini diselenggarakan oleh dua lembaga yakni IEEE dan BPPT. Keduanya bekerja sama untuk menyelenggarakan konferensi & publikasi mutakhir di berbagai bidang teknologi yang diakui oleh akademisi dan industri di seluruh dunia. 

Konferensi AGERS ini juga menyediakan forum yang tepat bagi penulis dan pembicara Asia Pasifik di bidang geosains, elektronika dan teknologi penginderaan jauh untuk mempresentasikan karya mereka pada konferensi tahunan ini. Artikel yang dikirimkan untuk publikasi mengikuti proses pemilihan makalah dan ditinjau oleh rekan sejawat sebelum diterbitkan.


Konferensi AGERS ke-3 tahun ini bertajuk “Memahami interaksi daratan, lautan, dan atmosfer, mitigasi bencana dan ketahanan daerah”. Mengikuti protokol Covid, konferensi dilakukan dalam format virtual. Ada 55 makalah yang dikirimkan dari 5 negara dan lebih dari 100 peserta online. (Humas BPPT)