8104
Hits

BPPT JAJAKI KERJASAMA RESEARCH DENGAN AS

Administrator
14 May 2010
Layanan Info Publik

‚Kedatangan Bruce Albert, satu dari tiga science envoys ke Indonesia bertujuan untuk menindaklanjuti rencana Presiden Obama dalam menjalin kerjasama dengan negara-negara Islam, termasuk Indonesia di bidang science dan teknologi. Kerjasama BPPT dengan Amerika bukanlah hal baru, beberapa waktu yang lalu kita telah melakukan kerjasama dengan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menyangkut marine technology. Saya yakin dengan kedatangan US science envoy ini, dapat lebih meningkatkan kerjasama BPPT-Amerika terutama di bidang marine biodiversity dan renewable energy seperti geothermal‚, kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar saat menerima kunjungan US Science Envoy Bruce Albert ke Laboratoria Pengembangan Teknologi Industri Agro dan Biomedika (LAPTIAB) PUSPIPTEK Serpong, Rabu (12/5).

Lebih lanjut Marzan menekankan pentingnya kerjasama iptek ini untuk mendukung pembangunan nasional dan kemajuan bangsa. ‚BPPT akan menjajaki kemungkinan bekerjasama dengan AS dalam bidang life sciences, terutama menyangkut keanekaragaman biodiversity yang dimiliki Indonesia dan teknik biologi molekuler. Selain itu, mengingat bahwa AS merupakan pengguna energi geothermal terbesar di dunia, maka energi geothermal pun akan dijadikan bagian dalam kerjasama. Bidang laut, kebumian dan lingkungan, terutama menyangkut penelitian climate change dan konservasi sumberdaya air juga menjadi perhatian dalam kerjasama nantinya‚.

Senada dengan Marzan, Bruce juga menekankan pentingnya kerjasama iptek antara Indonesia-AS ini. ‚BPPT merupakan lembaga penting di Indonesia yang telah menghasilkan berbagai macam inovasi teknologi. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana mendistribusikan hasil inovasi tersebut kepada industri maupun masyarakat sehingga dapat berguna. Hal ini memang tidak mudah, dulu kami juga menghadapi permasalahan yang sama dimana hasil-hasil inovasi lembaga penelitian dan pengembangan ternyata tidak sejalan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itulah perlu adanya konektor antara industri dan lembaga litbang‚.

Bruce berharap melalui kerjasama ini, Indonesia dapat menggunakan pengalaman AS untuk dapat lebih meningkatkan pengembangan iptek. Menurutnya, kedatangan ini menunjukkan keseriusan Presiden Obama dalam upaya menjalin kerjasama iptek dengan negara-negara muslim, termasuk Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kerjasama research yang mungkin dilakukan antara BPPT dan AS. Bentuk kerjasama yang dilakukan bisa bermacam-macam mulai dari Joint Operation, Joint Research maupun training bagi peneliti-peneliti Indonesia. (YRA/humas)