1046
Hits

BPPT Lock, Inovasi Hadapi Masalah Pesisir Pantai Indonesia

Program inovasi teknologi struktur tanggul laut dan pelindung pantai masuk didalam fokus teknologi BPPT yakni di bidang kemaritiman yang ada di Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT.

 

Program ini didasarkan pada Program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Terpadu Pesisir Pantai Utara Jawa (PTPUJ) dan termasuk didalamnya seluruh kegiatan yang merupakan proyek prioritas strategis nasional dalam RPJMN 2020-2024.

 

Karena itu, pengembangan kawasan pesisir utara Pulau Jawa menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena menghadapi kondisi yang banyak potensi bencana seperti kenaikan muka air laut, banjir rob dan penurunan tanah, kata Kepala BPPT Hammam Riza di acara webinar Inovasi Teknologi Struktur Pelindung Pantai, Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir Terpada yang Berkelanjutan (23/06).

 

Berangkat dari hal tersebut lanjut Hammam, BPPT berusaha menghadirkan upaya perekayasaan, kliring teknologi dan inovasi teknologi struktur tanggul laut dan pengaman pantai.

 

Menurutnya, disinilah kita mengenal BPPT Lock yang sudah menjadi sebuah proses lengkap mulai dari perekayasaan hingga alih teknologi dan diupayakan untuk bisa kedalam tahap komersialisasi,

 

Untuk itu, tantangannya adalah kebutuhan - kebutuhan dalam mengamankan daerah yang mengalami potensi bencana dengan memanfaatkan teknologi ini. “Karena sesungguhnya yang menjadi amanah dari upaya ini semua bukan hanya menguasai teknologi, tapi harus juga bisa mendayagunakan teknologi serta menjamin keberhasilannya”, tutur Hammam.

 

Karenanya lanjut Hammam, BPPT Lock ini akan memasuki tahapan akan diuji kemampuan untuk scaling up dalam memenuhi kebutuhan tanggul laut maupun breakwater agar bisa meredam gaya gelombang yang muncul di sisi laut.

 

Selain itu, kita juga ingin menghadirkan ekosistem BPPT Lock ini yang sudah terbangun melalui kerjasama dengan perguruan tinggi seperti ITS dan UGM, end-user (PT PJB UBJOM PLTU Pacitan), kontraktor dan industri unit lapis lindung (PT Rekadaya Utama).  Ini bagian dari super team yang diharapkan mampu melaksanakan hilirisasi, pungkasnya. (Humas BPPT)