7094
Hits

DIPERLUKAN, ANGKUTAN MASSAL PERKOTAAN

Administrator
01 Jun 2011
Layanan Info Publik

Dalam sambutannya, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar mengatakan bahwa FGD ini merupakan mata rantai kegiatan implementasi dari Sistem Inovasi Nasional yang difokuskan pada topik pembangunan monorel di Jakarta. Tersendatnya pembangunan monorel, menyebabkan masyarakat menanggung kemacetan lalu lintas. Karenanya, kebutuhan akan monorel semakin meningkat, ucapnya.

Sejak tahun 2006 BPPT bekerjasama dengan PT INKA Madiun, merintis kegiatan rancang bangun kereta monorel. Berbagai upaya inovasi teknogi dan penguasaan rancang bangun teknologi kerta monorel, telah dilakukan. Hasilnya, desain badan kereta monorel kapasitas 7 penumpang per rangkaian dengan teknologi hybrid, selesai dilaksanakan. Desain yang terdiri dari empat kereta ini, semaksimal mungkin dikerjakan dengan menggunakan kemampuan industri dalam negeri, jelas Marzan.

Sementara itu menurut perwakilan Bappenas, Bambang Tri, isu yang dihadapi (Jakarta-red) saat ini adalah adanya mega urbanisasi di Jabodetabek. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah perjalanan dari Bodetabek ke Jakarta, yang menyebabkan semakin parahnya kemacetan yang berujung pada kerugian bahan bakar. Meningkatnya jumlah kendaraan juga ditandai dengan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Strategi yang dilakukan adalah revitalisasi angkutan umum, seperti pengembangan kereta api sebagai tulang punggung angkutan umum kawasan metropolitan. Contoh lainnya adalah pengembangan Bus Rapid Transit dan Transport Demand Management, terang Bambang.

Solusi keterbatasan lahan

Mendesaknya kebutuhan akan angkutan massal di perkotaan, menurut Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Iskendar, sangat berpengaruh dengan faktor keterbatasan lahan. Dengan banyaknya gedung-gedung yang telah dibangun, lahan pun menjadi terbatas. Dibeberapa negara, Light Rail Train dan monorel, menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan penumpang sebesar 20 ribu sampai 30 ribu penumpang.

Bersama PT INKA, BPPT telah membuat empat unit bogie. Satu unit bogie telah digunakan untuk pengujian statis, satu unit untuk pengujian dinamis, dan dua unit lainnya untuk pembuatan prototipe monorel. Pengujian rangka bogie sendiri telah dilakukan di Balai Teknologi Kekuatan Struktur BPPT, ucap Iskendar. (KYRAS/humas)