7272
Hits

INTEGRASI TANAMAN KEDELAI DENGAN BUDIDAYA TERNAK KAMBING DI KABUPATEN PONOROGO

Lebih lanjut dikatakan Listyani bahwa sistem integrasi tanaman kedelai dengan ternak kambing  tepat diaplikasikan di Kabupaten Ponorogo. “Sistem ini menciptakan simbiosis mutualisme yaitu pemanfaatan jerami kedelai sebagai pakan ternak dan pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk tanaman,” terangnya.

Pelatihan Budidaya Ternak Kambing di Kabupaten Ponorogo dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP) dan BPPT Engineering (BE) BPPT. Pelatihan diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan perwakilan kelompok peternak kambing di Kabupaten Ponorogo. Turut hadir pada acara pelatihan, Kepala BE, YBS Satya Sananugraha, Kepala Biro Perencanaan BPPT, Samsul Bahri dan Direktur PTPP, Nenie Yustiningsih.

Kegiatan pelatihan bertujuan untuk mensosialisasikan teknologi peternakan yang telah dikaji oleh PTPP BPPT, meliputi teknologi reproduksi dan teknologi pakan ternak. Dengan aplikasi dan pemanfaatan teknologi reproduksi dan teknologi pakan ternak diharapkan akan meningkatkan produktivitas ternak kambing di Kabupaten Ponorogo.

Koordinator kegiatan, Prof. Herdis, mengungkapkan bahwa saat ini pengembangan ternak kambing terkendala oleh 2 masalah yaitu masalah reproduksi dan pakan ternak. Dibidang reproduksi, peternak menghadapi masalah terbatasnya pejantan unggul dan belum optimalnya potensi reproduksi kambing betina. Sedangkan di bidang pakan, peternak menghadapi kendala ketersediaan pakan ternak yang murah namun tetap berkualitas. Pelatihan teknologi reproduksi dan pakan ternak merupakan salah satu solusi mengatasi masalah tersebut. 

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi tata cara pemeliharaan dan budidaya ternak kambing, kesehatan ternak, reproduksi ternak, teknologi pengolahan semen, teknologi inseminasi buatan, pembuatan silase dan pembuatan pupuk organik. (tab/humas)