6155
Hits

Kami yakin dengan e-Voting dan e-Verifikasi

 

Pemerintah Kabupaten Pemalang, lanjut Wahyu, kemudian menyusun regulasi tata cara pemilihan dan  pelantikan pilkades dengan e-voting dan manual. Pihak DPRD Kabupaten Pemalangpun setuju dan sangat mendukung adanya pilkades secara elektronik ini.

 

"Sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kabupaten Pemalang dengan BPPT, maka kami siapkan segala kebutuhan hardware. Total ada 51 alat yang Kabupaten Pemalang miliki," jelasnya.

 

Walau secara jangka pendek biaya yang dikeluarkan lebih mahal, Wahyu menambahkan, namun di pelaksanaan-pelaksanaan pilkades selanjutnya akan sangat murah. Ini disebabkan alat yang dimiliki saat ini bisa dipakai berulang. Terlebih lagi di 2018 nanti Pemalang akan melaksanakan pilkades secara e-voting serentak di 170 desa.

 

"Dengan menggunakan e-voting dan e-verifikasi, kami ingin mempersempit permasalahan yang kerap terjadi,  misal dugaan penggelembungan suara dan pemilih yang bukan haknya. Harapan kami nanti, pilkades betul-betul  clear dari masalah tersebut. Kami yakin betul dengan sistem ini. Aja klalen," tandasnya sambil tersenyum. (Humas/HMP)