2266
Hits

Kepala BPPT Ajak Penggiat Iptek Kedepankan Ekosistem Inovasi, Capai Kemandirian dan Daya Saing Teknologi

Administrator
21 May 2021
Layanan Info Publik

Dalam rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan pelaksanaan Program Prioritas Nasional (PRN) Tahun 2021 pada bidang fokus teknologi kemaritiman Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim (BPPT) menggelar  uji hidrodinamika kapal Mini LNG Carrier  secara live streaming dari Laboratorium Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) BPPT, Surabaya (21/05).

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengapresiasi pengujian tersebut yang merupakan salah satu sarana guna memperkenalkan program-program yang ada di BPPT serta untuk menjalin kerjasama dengan para mitra yang potensial baik dari intitusi Kementerian, perguruan tinggi, industri maupun pengguna.

 

BPPT sebut Hammam, melalui tujuh perannya terus melakukan upaya-upaya yang memberikan solusi bagi dunia industri. Energi merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional, karenanya ketersedian pasokan energi harus dapat menjamin kesinambungan pembangunan nasional.

 

Kemandirian energi menjadi salah satu issu yang terus digaungkan oleh Pemerintah dalam  mendorong terciptanya ketersediaan pasokan energi listrik di wilayah  Indonesia, penggunaan sumber energi alternatif seperti LNG dapat  digunakan sebagai bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan.

 

Disisi lain, ketersediaan kapal untuk distribusi gas masih belum didukung oleh kemampuan Indonesia dalam melakukan rekayasa kapal LNG, sehingga desain kapal mini LNG sebagai salah satu alternatif yang memungkinkan kapal ini dibangun di  galangan kapal nasional. “Untuk itu BPPT memberikan solusi dengan melakukan inovasi desain kapal Mini LNG Carrier beserta komponen utamanya yaitu Iso Tank,” jelasnya.

 

Dalam pelaksanaan inovasinya, BPPT sebut Hammam, sangat memerlukan keterlibatan pihak-pihak atau institusi lain sesuai dengan bidangnya agar ekosistim inovasi juga berkembang. Seperti ITS telah dan sedang melakukan kajian feasibility study dan tekno ekonomi bagi pengembangan mini LNG Carrier tersebut, lembaga sertifikasi seperti Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) diperlukan dalam rangka proses approval design kapalnya.

 

Kedepan dikatakannya, industri galangan sangat diperlukan dalam rangka pembangunan wahana tersebut dan pihak pengguna yang akan menggunakan hasil inovasi kapal ini untuk proses bisnisnya seperti PT Samudra Indonesia yang telah melakukan perjanjian kerjasama dalam pengoperasian kapal nantinya.

 

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT Wahyu Widodo Pandoe menyampaikan, bahwa RPJM 2020-2024 memfokuskan pada  bidang kemaritiman, dimana kemaritiman ini adalah salah satu bagian dari delapan bidang fokus litbangjirap di BPPT, yang menjadi prioritas.

 

Disebutkan Wahyu, bahwa ada tiga desain kapal BPPT yang saat ini sedang dikembangkan oleh BPPT yakni Harbour Tug Dual Fuel yang diharapkan bisa memenuhi persyaratan emisi gas buang (Eco Green) serta meningkatkan produk dalam negeri. Kapal ini masih dalam basic desain dan diharapkan awal tahun depan sudah mendapatkan sertifikasi dari BKI (Biro Klasifikasi Indonesia).

 

Kemudian kapal Mini LNG Carrier yang saat ini akan diujikan. Ketiga adalah wahana Angkut Alpo yang diperlukan untuk membongkar anjungan lepas pantai dalam mengambil objek didasar laut. Ia berharap kegiatan ini menjadi solusi tepat untuk kemaritiman di Indonesia dan dapat diimplementasikan dengan cepat, tepat dan bermanfaat bagi Indonesia, pungkasnya. (Humas BPPT).