9164
Hits

KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN PERGURUAN TINGGI DALAM KERANGKA PENGUATAN SISTEM INOVASI

Administrator
17 Nov 2011
Kebijakan Teknologi

Hal demikian diungkapkan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar dalam paparannya pada acara Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian (SNaPP) 2011 di Kampus Universitas Islam Bandung (8/11). Lebih lanjut dikatakan Marzan bahwa perguruan tinggi sebagai salah satu aktor dalam sistem inovasi, memiliki peran penting untuk membentuk sumberdaya manusia yang berpengetahuan, berketerampilan dan terspesialisasi. Sebagai bagian dari knowledge pool yang penting dalam sistem inovasi, perguruan tinggi kini memegang peran yang semakin menentukan terutama dalam menumbuhkembangkan budaya kreatif-inovasi.

Peran perguruan tinggi juga semakin dituntut ke arah research and entrepreneurial university, tanpa mengabaikan segi pendidikan dalam menghadapi dinamika perubahan dan tantangan ke depan. Selain itu pengembangan teknoprener secara proaktif perlu dijadikan gerakan bersama (gerakan ekonomi, sosial, budaya dan politik), terutama di perguruan tinggi dengan bidang sains dan teknologi. Sebagai upaya untuk meningkatkan kontribusi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka penguatan sistem inovasi, diperlukan kerangka kebijakan kolaboratif sebagai common patformnya, jelas Marzan.

Seminar dengan tema Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi Pembangunan Indonesia tersebut diadakan dalam rangka memperingati HUT UNISBA. Seminar diadakan dengan tujuan untuk sosialisasi dan pertukaran informasi berkaitan dengan kebijakan dan arah pembangunan di indonesia, peningkatan kontribusi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendidikan dan penerapan sains dan teknologi bagi perkembangan pembangunan berkelanjutan di indonesia serta peningkatan kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

Hadir pula sebagai narasumber pada seminar tersebut yakni, Khairil Anwar Notodiputro, Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh,  M Taufik S. Boesoerie, Rektor Unisba, Bambang Murtjahjanto, International Risk Assesor Industrialindo Konsultrain Services, Lilik Hendrajaya, Ilmuwan dan Peneliti serta mantan Rektor ITB. (SYRA/humas)