7494
Hits

Kunjungi Balai Teknologi Keramik di Bali, Satya: Teknologi Ini Akan Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Administrator
07 Mar 2017
Kebijakan Teknologi

 

Tak heran, banyak kalangan yang ingin berkunjung dan melihat langsung BTIKK yang mempunyai fasilitas labolatorium lengkap tersebut. Seperti yang dilakukan para Anggota Komisi VII DRPR RI.  Dalam masa Reses Persidangan III Tahun Sidang 2016-2017, mereka secara antusias berkeliling melihat seluruh fasilitas yang di miliki BTIKK.

 

“Poin utama yang saya lihat dari industri kreatif keramik adalah bagaimana caranya kita bisa melindungi kreatifitas dari para perajin yang sangat rawan terhadap penjiplakan. Apalagi jika masuk ke dalam tatanan global dimana ada ekonomi global dan pasar bebas. BPPT dalam hal ini harus membantu memberikan proteksi baik itu berupa paten atau hak kekakayaan intelektual dari kerajinan keramik yang telah dihasilkan oleh para pengrajin yang dilatih di BTIKK ini,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Yudha saat melihat proses pembuatan keramik, Selasa (07/03).

 

Selain itu, Ia juga berharap, agar BTIKK yang telah menjadi rujukan bagi pengrajin keramik di Bali ini, dapat terus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Bali, yang memang perekonomiannya betul-betul di topang oleh sektor wisata dan kerajinan.

 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Gatot Dwianto menuturkan bahwa BTIKK selama ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan di industri keramik, namun juga pada aspek legal hukumnya.

 

"Saat ini, BTIKK telah membantu UMKM serta akan mendorong berdiri sedikitnya 51 Perusahaan Pemula industri kreatif berbasis teknologi. Dengan adanya dukungan dari DPR, kami akan lebih bisa berperan dalam membina sentra-sentra keramik di Bali. Karena kami yakin, perekonomian masyarakat Bali akan lebih meningkat melalui industri kreatif keramik yang berbasis pada teknologi," pungkas Gatot. (humas/HMP)


Pewarta: SAS-TAMB
Editor: ywap