4881
Hits

Melalui Alih Teknologi, BPPT Dukung Industri Otomotif Nasional

Administrator
26 Nov 2020
Layanan Info Publik

Salah satu amanat Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 terkait Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) adalah Perlindungan terhadap lingkungan hidup, tata kelola baterai bekas yang merupakan tantangan kedepan yang harus ditindaklanjuti. Mulai 1 Oktober 2020, Pemerintah terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), beserta infrastruktur pendukungnya. Pemerintah juga akan memasukkan kendaraan listrik berbasis baterai ke dalam e-catalogue.  

 

Ini adalah momen penting untuk bisa merealisasikan apa yang saya selalu tekankan dalam setiap webinar maupun pertemuan lainnya yakni pentingnya Tripelhelix  dalam membangun ekosistem inovasi, kata  Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro saat kunjungan ke kunjungan ke PT Mobil  Anak Bangsa (MAB), Jawa Tengah (26/11).

 

Bersama Menteri Ristek/Kepala BRIN, Deputi TIRBR BPPT Wahyu Widodo Pandoe beserta Kepala Balai Besar Tekologi Konservasi Energi (B2TKE) BPPT Barman Tambunan juga berkesempatan melakukan kunjungan tersebut.

 

Lebih lanjut dikatakan Bambang, Indonesia harus menjadi produsen yang kompetitif, dan fokus pada sektor manufaktur. Indonesia juga harus komitmen dalam mengembangkan kendaraan listrik agar membawa Indonesia keluar dari jebakan ekonomi rendah. 

 

Prioritas Riset Nasional melalui BRIN diharapkan dapat menguasai riset dari awal hingga akhir melalui Triple Helix seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian serta industri tidak hanya berhenti pada desain dan prototipe tapi juga berhasil mengkomersialisasikan produk kendaraan listrik ini. 

 

Jangan hanya menjadi bangsa pembuat bukan pencipta, Indonesia sebagai produsen nikel terbesar untuk baterai listrik yang berbahan nikel. Ekosistem kendaraan listrik dapat menjadi simbol inovasi Indonesia maju dan menjadi pemain penting dalam kendaraan listrik dunia, pungkasnya. 

 

Sementara, Founder PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Moeldoko juga berharap kerjasama ini dapat meningkatkan TKDN hingga 20%, dan menjadikan murni karya anak bangsa mulai dari riset, desain sampai kepada produk yang terkomersialisasi. 

 

Selain itu, juga dapat mendorong terjadinya akselerasi dalam peningkatan kemandirian dari kemampuan industri otomotif anak bangsa khususnya dalam menghasilkan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) yang mampu bersaing dengan para pelaku industri otomotif dunia.

 

BPPT dalam hal ini pun mendorong Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL). Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa kehadiran KBL saat ini telah mengubah tren gaya hidup masyarakat tanah air, diucapkannya pada kegiatan lain. 

 

BPPT pun kini telah dipercaya untuk menjalankan Flagship mengacu pada Prioritas Riset Nasional (PRN) khususnya terkait Fast Charging Station, merupakan bagian dari Flagship Penyimpanan Energi dan ChargingStation untuk 5 tahun ke depan, yakni periode 2020-2024. 

 

BPPT dengan tujuh perannya mendorong agar bisa diterapkan KLBB. Alih teknologi menurutnya akan memliki peran yang sangat signifikan selain mengurangi ketergantungan juga mendorong industri otomotif nasional agar dapat menciptakan mobil sendiri, tuturnya. 

 

Dikesempatan tersebut, Menristek Bambang didampingi Moeldoko mencoba langsung bis kendaraan listrik dengan mengelilingi PT Karoseri Anak Bangsa. Seperti dijelaskan pihak PT MAB bis ini mampu menampung hingga 25 penumpang dan membutuhkan waktu selama 2,5 jam untuk pengisan daya baterai dalam posisi kosong hingga penuh. (Humas BPPT)