4314
Hits

Melalui Penguatan Pusat Inovasi, BPPT Dorong Pertumbuhan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

Administrator
24 Jul 2019
Layanan Info Publik

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) gelar Focus Group Discussion dengan tema Penguatan Pusat Inovasi/Inkubator Bisnis Dalam Menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Indonesia, di Jakarta (24/7).

 

Acara ini merupakan merupakan tindak lanjut Kongres Teknologi Nasional (KTN) tahun 2019 yang mengambil tema Penguatan SDM Iptek Sebagai Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju dan Mandiri. Hasil dari KTN tersebut diharapkan menjadi bahan masukan kebijakan teknologi bagi pemerintah dalam penyusunan rancangan teknokratis RPJMN IV, khususnya dalam kebijakan teknologi nasional bidang teknopreneur.

 

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan, bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi, dan masih terjebak pada kondisi negara yang berpenghasilan menengah (middle income trap).

 

Oleh karena itu menurut Hammam, Indonesia harus mampu mentransformasi perekonomiannya dari yang berbasis komoditas menjadi berbasis inovasi.  

 

Hilirisasi hasil riset perlu terus ditingkatkan baik melalui pemberian lisensi kepada perusahaan yang sudah ada maupun melalui penumbuh kembangan perusahaan pemula berbasis teknologi, jelasnya.

 

Hammam menyebut, kawasan sains dan teknologi sebagai wahana bertemunya para penghasil teknologi dan pengguna teknologi sangat diperlukan sebagai inistiatif strategis menuju perekonomian berbasis pengetahuan dan inovasi.

 

Sementara, Direktur Pusat Teknologi Kawasan Spesifik dan Sistem Inovasi BPPT Iwan Sudrajat menjelaskan pertumbuhan inkubator bisnis selama lima tahun terakhir masih kurang memuaskan baik dari sisi jumlah maupun kualitas padahal pusat inovasi/inkubator bisnis di Indonesia telah memperoleh perhatian pemerintah yang cukup besar baik melalui bantuan pelatihan,  pendampingan penguatan kelembagaan, bantuan dana hibah, insentif serta pembinaan tenan.

 

Hal ini kata Iwan dapat dilihat dari jumlah lembaga inkubator bisnis teknologi sampai akhir tahun 2018 yang mencapai  150 unit inkubator, dimana 80 unit  dikelola oleh perguruan tinggi dan 70 unit dikelola oleh lembaga litbang, pemerintah daerah maupun swasta.

 

FGD ini diharapkan dapat menyusun rekomendasi kebijakan teknopreneur dalam memberikan masukan untuk komersialisasi produk riset di kawasan Science Techno Park, penguatan kelembagaan pusat inovasi/inkubator bisnis dan skema pembiayaan bagi PPBT, kata Iwan. (Humas/HMP)