3889
Hits

Membangun Ekosistem Inovasi Teknologi Di Tengah Pandemi RI – GHA-Covid-19 : Rapid Diagnostic Test Covid-19 Karya Anak Bangsa

Pada awal Maret 2020, saat Covid-19 mulai merebak, BPPT sebagai lembaga kaji terap, bersama lembaga litbang, perguruan tinggi, industri, asosiasi dan juga beberapa start up company, merespon cepat dengan membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang secara singkat sudah dikenal dengan nama TFRIC-19 BPPT.

TFRIC-19 BPPT ini merupakan bagian dari Konsorsium Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Kementerian Ristek/BRIN. Ada nilai yang terbangun dalam TFRIC-19 ini, yaitu kebersamaan, gotong-royong, sinergi, komitmen dan kerja keras dengan tujuan yang sama, menghadirkan inovasi produk dalam negeri untuk mengatasi pandemi.

 

Dengan kompetensi, sumberdaya, peran dan kewenangan masing-masing pihak, aksi-aksi TFRIC-19 diwujudkan untuk memperkuat tahapan-tahapan pengendalian dan penanganan Covid-19, tracing/tracking, detecting/testing, isolating dan treating. Sekat sekat atau barrier inovasi didobrak, kebuntuan komunikasi dibuka, kemacetan birokrasi diurai (debottlenecking), relaksasi regulasi dilakukan, hambatan komersialisasi diatasi, komunikasi dengan industri dan praktisi diperkuat. Alhamdulillah, aksi-aksi TFRIC-19 telah berhasil “membangun ekosistem inovasi” dan menghasilkan beberapa produk yang sudah teraplikasi.

 

Harmoni pentahelix telah terbangun diantara akademisi, pemerintah, industri, komunitas dan media. Open innovation telah terwujud, sekat-sekat dan benturan kepentingan keilmuan telah terbuka. Alhamdulillah, pandemi Covid-19 telah menyadarkan dan membangunkan kita semua, akan pentinganya kebersamaan dan gotong royong membangun negeri.

 

Rapid Diagnostic Test (RDT) RI-GHA-COVID-19

Salah satu langkah penting dalam penanganan Covid-19 adalah penguatan testing. Pengujian cepat (rapid test) menjadi pilihan. Ketergantungan produk rapid test diagnostic (RDT) pada impor, mendorong TFRIC-19 melakukan aksi cepat pengembangan produk RDT dalam negeri. Deteksi antibodi IgG dan IgM yang terbentuk pada seseorang yang terinfeksi Covid-19  menjadi pilihan pengembangan produk RDT dengan teknik imunokromatografi. Bersama UGM, UNAIR dan PT. Hepatika Mataram, BPPT melakukan inovasi produk RDT tersebut. Tahapan disain dan prototyping, validasi, registrasi dan produksi dilakukan dalam waktu yang relaitf singkat.

 

Profil produk

Produk RI-GHA-COVID-19 memiliki fitur : produk yang cepat dan praktis dalam penggunaan, hasil deteksi muncul dalam 15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan maupun tenaga yang terlatih, alat uji yang fleksibel, dapat menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood untuk mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan orang pasca infeksi.

Produk ini telah di uji validasi pada skala laboratorium dengan hasil nilai sensitivitas IgM 96,8% , IgG 74% (uji pada 40 serum pasien (+) dari Balitbangkes (confirmed RT-PCR) dan Spesifisitas IgM 98% , IgG 100% (uji pada 100 koleksi serum).

Produk ini juga dilakukan uji akurasi di beberapa Rumah Sakit (sekitar 4000 kit) di  Yogyakarta (3 RS), Surakarta (1 RS), Semarang (1 RS) dan Surabaya (2 RS), dan diperkuat dengan uji lapang (sekitar 6000 kit), yaitu uji akurasi (2 puskesmas), dan untuk skrining (23 puskesmas dan 2 Desa di Kabupaten Sleman). Saat ini RI-GHA-Covid-19 juga sedang dilakukan uji validasi di  Balitbangkes Kementrai Kesehatan (sebanyak 200 kit).

RI-GHA telah mengantongi 2 Nomor Ijin Edar dari Kemenkes RI, yaitu AKD 20303020697 untuk PT. Hepatika Mataram dan AKD 20303021173 untuk PT. Prodia Diagnostic Line. (Humas BPPT)