869
Hits

Menuju Kemandirian Alat Kesehatan Melalui Inovasi Anak Negeri

Administrator
29 Jul 2021
Layanan Info Publik

Dalam rangka penguatan kajian keekonomian dan teknologi terkait fokus kesehatan tahun 2021, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) menggelar webinar Kemandirian Alat Kesehatan melalui Produk Inovasi: Direct Digital Radiography (DDR) (29/07). Webinar bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mensosialisasikan produk inovasi dalam negeri khususnya alat kesehatan di bidang radiografi.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan dengan terbangunnya ekosistem riset, inovasi, dan teknologi sebagai model untuk mendapatkan solusi komprehensif dalam menghadapi pandemi, adalah suatu terobosan besar terkait dengan upaya penyelesaian masalah secara sistematik dan konstruktif.

 

Ditambahkan Hammam, model solusi dengan pendekatan ekosistem inovasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang dikembangkan melalui TFRIC-19 secara holistik dan paralel telah menginisiasi proses hilirisasi inovasi di berbagai bidang sekaligus seperti hilirisasi produk inovasi adalah produk Direct Digital Radiography (DDR) yang dikembangkan berbasis AI (Artificial Intelligence).

 

Sebagai sebuah produk inovasi hasil riset yang panjang, upaya hilirisasi produk DDR terus didorong agar mampu melalui jembatan lembah kematian yang merupakan kendala dan tantangan yang perlu mendapat perhatian serius serta diperlukan upaya mitigasinya. 

 

BPPT lanjut Hammam, terus mendorong dan mengawal inovasi teknologi yang dikerjakan oleh super team yang terdiri dari berbagai stakeholder ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) atau Penta Helix.

 

Dalam hilirisasi produk inovasi DDR ini peran dari UGM sangat penting  sebagai pemegang paten sekaligus inovator, PT. Madeena sebagai mitra industri dan Pusat Teknologi Elektronika BPPT sebagai pendamping prototype serta perolehan ijin edar.

 

Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi dalam hal ini ikut berperan aktif dalam pendampingan produk DDR melalui kajian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), e-katalog inovasi, klaster industri dan rantai pasok, kajian kesiapan, kemampuan & Strategi Pengembangan Industri serta kajian kelayakan bisnis dan kesiapan komersialisasi produk DDR.

 

Ini adalah momentum untuk mengangkat tema Inovasi Indonesia, mulai dari pengembang inovasi, industri, hingga ke masyarakat, semuanya dalam negeri, sebagai Karya anak bangsa, ujarnya.

 

Di Kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) BPPT Gatot Dwianto mengutarakan, webinar ini bertujuan untuk menguraikan peran strategis kebijakan teknologi dalam pendampingan hilirisasi produk inovasi dan memberikan pemahaman serta mensosialisasikan produk inovasi dalam negeri serta sharing sesi terhadap produk Direct Digital Radiografy (DDR) yang disertai dengan paparan hasil kajian terkait kebijakan teknologi DDR dari tiga unit kerja di Kedeputian PKT.

 

Gatot menambahkan dari segi komersial hal ini akan di analisa  di Balai Inkubator Teknologi (BIT) agar berdasarkan data yang ada TKDN nantinya bisa berpotensi sekitar 81% dengan aspek manufaktur 54,8% dan pengembangan teknologi sekitar 26,5%.

 

Diharapkan webinar ini dapat menjadi awal dari proses pembangunan kemandirian produk inovasi karya anak bangsa untuk penanganan Covid-19. Produk inovasi DDR  diharapkan sebagai praktik baik keberhasilan dari upaya membangun kemandirian dalam pemenuhan produk kesehatan nasional melalui optimalisasi TKDN dan klaster industri bidang kesehatan, pungkasnya. (Humas BPPT)