8346
Hits

Pembangkit Listrik Panas Bumi Wajib Pakai Komponen Dalam Negeri

 

Unggul menegaskan, pemanfaatan sumber-sumber panas bumi skala kecil untuk menggantikan solar sebagai bahan bakar diesel penting dilakukan. Dengan penggunaan energi panas bumi diharapkan terjadi pengurangan penggunaan diesel yang juga akan berdampak dari sisi lingkungan hidup dalam hal pengurangan emisi CO2. Jadi, lebih baik menggunakan panas bumi dari pada menggunakan solar apabila dilihat dari sisi ketersediaan energi dan lingkungan. 

 

"Permasalahan pengembangan panas bumi tidak lepas dari masalah ketergantungan secara teknologi. Pemanfaatan panas bumi hampir secara keseluruhan peralatannya dan sistemnya masih menggunakan peralatan dan teknologi dari luar. Kedepan Indonesia harus memperkuat industri dibidang energi," tegas Unggul.

 

Kepala BPPT juga menyampaikan, rasio elektrifikasi di Indonesia belum mencapai angka 100 persen dan baru mencapai 80 persen. Artinya, masih ada 20 persen masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik. Penggunaan energi panas Bumi merupakan sebuah potensi besar untuk peningkatan dan penambahan kapasitas listrik kedepan. Dengan adanya penambahan kapasitas pembangkit listrik, maka seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik.

 

"Jadi, kedepannya Indonesia harus menjadi mandiri dengan mempunyai industri pembangkit listrik yang sebagian besar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari dalam negeri. PLTP diharapkan dapat diterapkan di berbagai lokasi sumber-sumber panas Bumi, sehingga bisa mensubstitusi  penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan pembangkit listrik berbasis BBM lainnya," harap Kepala BPPT.

 

Senada dengan pernyataan Kepala BPPT, Teddy C Sianturi Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian yang mewakili Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini Kementerian Perindustrian berencana mewajibkan pengunaan produk-produk dalam negeri untuk berbagai kelompok barang dengan nilai TKDN mencapai 20 persen sampai 90 persen.   

 

"Digelarnya Workshop “Membangun Industri PLTP Nasional" ini diharapkan mampu membuka wawasan seluruh pihak terkait di industri kelistrikan nasional maupun multinasional tentang pentingnya optimalisasi pemanfaatan produk lokal untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan begitu, akan tumbuh kesadaran dari industri ketenagalistrikan untuk meningkatkan penggunaan produk-produk lokal," kata Teddy. (tw/SYRA/Humas)