7499
Hits

PENGEMBANGAN SID ANAMBAS, TIDAK HANYA BERPIKIR CANGGIH TAPI JUGA DARI SISI SEDERHANA

Administrator
16 Nov 2011
Kebijakan Teknologi

Mukhtaruddin menegaskan, percepatan pembangunan Kepulauan Anambas bukan hanya menjadi agenda pemerintah daerah tetapi menjadi agenda nasional. Dengan kondisi demikianlah maka Kepulauan Anambas berinisiatif bekerjasama secara intens bersama kementerian dan lembaga pemerintah untuk menyiapkan konsep dan rencana aksi pembangunan di Kepuauan Anambas, tuturnya.

BPPT, lanjutnya, sebagai salah satu mitra pusat yang memegang posisi strategis berperan sebagai lembaga intermediasi menjadi pintu bagi Kepulauan Anambas untuk bekerja, berinovasi dan membangun  jaringan baik dengan pihak dalam maupun luar negeri. Dengan kerjasama ini, BPPT dapat menjadi motor penggerak percepatan pembangunan Anambas untuk keluar dari ketertinggalan dan melejit maju menjadi kabupaten percontohan. Agenda pembangunan kerjasama di Kepulauan Anambas dengan BPPT terfokus pada pembenahan aspek pendidikan. Karena seperti kita sadari, pendidikan menjadi faktor utama dalam pembangunan suatu wilayah. SDM yang berpendidikan menjadi fondasi dan pelaku utama dalam upaya percepatan pembangunan di Kepulauan Anambas, tambahnya.

Selanjutnya dikatakan sejak tahun 2009, pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah berupaya untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan berupaya membangun sarana dan prasarana kesehatan dan memberikan layanan secara gratis. Selain itu, dengan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di Anambas, membuat akses disana sulit dan itu menjadi masalah utama. Maka langkah awal yang dilakukan adalah membuka akses seluas-luasnya dengan membangun infrastruktur antar dan intra daerah seperti membangun bandara, pelabuhan jalan dan jembatan. Sementara itu berkaitan dengan krisis energi listrik, ironis memang sebagai daerah penghasil migas di Provinsi Riau yang menyumbang devisa negara, Anambas masih mengalami krisis energi berkepanjangan dan bahkan sampai saat ini belum mempunyai SPBU. Begitu pula dengan  krisis listrik yang selama ini masih memanfaatkan genset, namun hal ini tidak dimungkinkan untuk jangka waktu 10-20 tahun kedepan. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih Pemda Anambas mencoba mengkaji pembangunan waduk, papar  Mukhtaruddin.

Menanggapi paparan Bupati Anambas mengenai kondisi Kepulauan Anambas, menurut Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, prioritas pembangunan di Anambas sebaiknya relevan dengan arahan dari Presiden RI dimana secara nasional, Indonesia harus memberikan 3 prioritas pembangunan yaitu FEW (food, energy dan water). Pada aspek Food, dapat dengan mengeksplor potensi di bidang pertanian, peternakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan bahkan dapat mensuplai. Kemudian pada energy kita harus melakukan energi secara efisien seperti memanfaatkan sistem transportasi massal, sehingga tidak tergantung dengan kendaraan pribadi. Begitu pula pada masalah kelistrikan, jika selama ini masih membangun genset berbasis diesel, itu  akan membuat kebutuhan daerah yang menggunakannya terus meningkat. Oleh karena itu sebaiknya potensi energi baru terbarukan energi surya dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik, jelasnya.

Untuk  masalah air bersih, dikatakannya dapat memanfaatkan potensi air yang tersedia di Anambas seperti air terjun. Karena 98,5% dari wlayah Anambas adalah air, jadi kita harus memberikan proporsi pembangunan sektor kelautan terbesar dan terprioritas dengan visi wilayah maritim. Kami BPPT akan mendampingi dan mengkaji lebih lanjut, sehingga kita dapat mengoptimalkan potensi kelautan di Anambas. Visi kerjasama BPPT dan Kepulauan Anambas dalam membangun kerangka SID tidak hanya berpikir canggih tetapi juga dilihat dari sisi sederhana, yaitu bagaimana kita dapat meningkatkan perekonomian melalui aktifitas-aktifitas masyarakat kedepan yang dimulai dari UMKM dan IKM.  Oleh karena itu dalam hal ini, selain SDM menjadi kunci utama, kolaborasi secara sinergis dan melakukan perubahan-perubahan yang kreatif dan inovatif merupakan kunci keberhasilan dari pembangunan Anambas kedepan tegas Marzan.

Senada dengan Kepala BPPT, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A. Taufik turut menyampaikan harapan dari kerjasama kedua pihak ini. Kerjasama ini menjadi tantangan sekaligus harapan yang besar bagi BPPT, karena keunikan dari Anambas dari posisi geografis yang menjadi daerah otonom terdepan dan terluar yang mempunyai daya saing. Sehingga diharapkan Kepulauan Anambas menjadi salah satu succsess story bagaimana Indonesia melakukan upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ke depan sejalan dengan Perpres No. 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025. (KYRAS/humas)