10222
Hits

PERLU PERBAIKAN MIKRO DRAINASE UNTUK CEGAH BANJIR DI JAKARTA

‚Mikro drainase yang ada sekarang ukurannya relatif kecil dan kurang tersebar. Selain itu, sampah dan utilitas seperti kabel dan pipa saluran air PAM seringkali menjadi penyebab tersumbatnya saluran sehingga pada saat turun hujan air yang masuk ke saluran tidak dapat mengalir dan menimbulkan genangan‚, ungkapnya.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir Oktober ini hujan yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Jakarta. Bersama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum (Ditjen SDA PU) dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), BMKG memprediksi terdapat 28 kawasan rawan banjir di lima wilayah Jakarta. Banjir yang terjadi masih dalam kategori rendah jika dilihat dari skala luasan dan tinggi genangan dengan rata-rata kedalaman genangan kurang dari 50 cm. Sejak awal terjadi banjir besar pada 1961, banjir bukanlah hal baru bagi masyarakat Jakarta. Banjir besar telah berulangkali terjadi di Jakarta, yang terakhir terjadi pada 2007.


Arie mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya memperbaiki secara optimal dalam pengelolaan mikro drainase, baik itu pembuatan maupun perawatan mikro drainase terutama di wilayah pemukiman padat penduduk. Lebih lanjut Arie menjelaskan bahwa BPPT telah menjalin kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta yang salah satu programnya adalah perbaikan dan pembuatan mikro drainase yang benar.

‚Masalah banjir ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, di satu sisi pemerintah bertanggung jawab menangani banjir yang terjadi dalam hal membuat regulasi dan kebijakan yang tegas dalam pengelolaan lingkungan, dan sisi lain masyarakat mempunyai tanggung jawab sosial menjaga dan melestarikan lingkungan‚, ujar Arie

Pencegahan banjir dapat dilakukan dengan cara yang lebih murah dan efektif, yaitu perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan penanaman pohon di daerah hulu. Usaha ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Dengan pembenahan DAS volume air hujan dapat terserap dengan baik oleh akar pohon, sehingga debit air yang mengalir di 13 sungai wilayah Jakarta berkurang dan dapat meminimalisir resiko terjadinya banjir. (YRA/humas)