6715
Hits

PUSPIPTEK AKAN DIKEMBANGKAN JADI TEKNOPOLITAN PERTAMA DI INDONESIA

Administrator
18 Nov 2011
Kebijakan Teknologi

Selanjutnya dikatakan, kawasan Puspitek dinilai berpotensi menjadi kawasan teknopolitan karena ada sekitar 10 perguruan tinggi swasta, dua perguruan tinggi negeri dan dua perguruan tinggi kedinasan ada di lokasi tersebut. Saat ini sedang dalam tahap revitalisasi dan fasilitas lab juga sedang diperbaiki dan ini menjadi modal terbangunnya teknopolitan. Dalam membangun sebuah teknopolitan, dibutuhkan interaksi dan dukungan dari pemerintah, akademisi dan bisnis. Diharapkan pemerintah daerah Tangerang Selatan dapat termotivasi untuk memprakarasi terbangunnya teknopolitan dan merespon peluang ini. Karena jika potensi luar biasa ini tidak dimanfaatkan maka tidak akan terlihat manfaatnya, jelas Tatang.

Menurutnya, yang menjadi tantangan saat ini di Tangerang Selatan adalah bagaimana agar pemerintah pusat dan daerah beserta para stakeholder mengembangkan potensi yang ada sebagai succsess story, Karena harapan utama dari pengembangan teknopolitan adalah dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyaarkat setempat. Selain itu mendukung pengembangan regional identiy dan branding serta memiliki reputasi global, urainya lebih lanjut.

Senada dengan Tatang, Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Peningkatan Daya Saing, Dharmawan, mengatakan bahwa Puspiptek di Tanggerang Selatan disiapkan jadi teknopolitan  akhir tahun 2011 ini. Saat ini, belum ada teknopolitan di Indonesia, yang ada adalah science atau technopark yang jumlahnya sekitar 25 wilayah, diantaranya Cibinong, Solo, Cianjur dan sebagainya.

Target dari workshop ini diharapkan dapat membangun jejaring antar Science Technopark dan menyusun rencana aksi dalam penguatan Sistem Inovasi Nasional melalui pengembangan Science Technopark. Selain itu,  sebagai  inisiasi awal akan dibentuk Asosiasi Science Technopark untuk mendorong pengembangan teknopolitan secara luas dan terpetakan daerah dengan potensi yang sesuai dengan kekhasannya, tutup Dharmawan. (KYRAS/humas)