8467
Hits

RDS BPPT SIAP MEMANTAU DAN MEMONITOR INDIKASI TSUNAMI

‚Sebagai bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), Read Down Station (RDS) BPPT memonitor data-data dari alat buoy tsunami yang kami pasang diberbagai titik perairan Indonesia secara terus menerus dan real time‚ tutur Kepala Program InaBUOY TEWS, BPPT, Wahyu W. Pandoe dalam konferensi pers yang digelar oleh Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan Wilayah dan Mitigasi Bencana (PTSLWB) BPPT, Senin kemarin (01/03)

Menurut Wahyu, dengan melihat besarnya kekuatan gempa yang terjadi pukul 03. 34 waktu setempat di 56 mil arah timur laut Kota Concepcion tersebut, dapat sangat mempengaruhi terjadinya tsunami. ‚Sejarah mencatat, gempa berkekuatan 9, 5 skala Richter yang terjadi pada 1960 di Chile mampu menimbulkan gelombang yang menghajar Pulau Easter yang jauhnya 2. 300 mil dari pantai Chile, dan terus menerjang Hawaii, Jepang dan Filipina‚.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, sejak diketahui adanya gempa, tim RDS segera membuat estimasi perkiraan waktu kedatangan tsunami ke daerah UTC (WIT). ‚Dengan kecepatan yang mencapai 800km per jam, confirmed, kita membuat estimasi waktu tiba di wilayah Jayapura yakni pada pukul 12:30 WIT, Biak 13:15 WIT, Manokwari 13:35 WIT, Sorong 14:10 WIT, Halmahera Utara 14:35 WIT, Manado 15:10 WIT dan Sangihe 14:50 WIT‚.

‚Data terakhir yang kami dapat, gelombang tsunami yang mengarah ke Indonesia mengalami penurunan intensitas dan cenderung bergeser. Namun tetap, kemungkinan long distance tsunami sangat penting untuk dimonitor secara menerus, dan InaBUOY sebagai bagian dari InaTEWS tetap waspada selama 24 jam nonstop setiap harinya. Selain itu, potensi earthquake dan tsunami lokal dalam berbagai skala masih mungkin terjadi di wilayah Indonesia. RDS BPPT, siap untuk terus memonitor dan memantau setiap indikasi yang membahayakan‚, tutup Wahyu. (YRA/humas)