4260
Hits

Refleksi Akhir Tahun BPPT 2013 (II)

Administrator
24 Dec 2013
Layanan Info Publik

 

Kepada media Marzan mengatakan bahwa produk teknologi yang dihasilkan anak bangsa tak kalah kualitasnya dibandingkan produk luar negeri, namun pemanfaatannya belum sesuai harapan.  Dia menilai bahwa keadaan tersebut disebabkan minimnya riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan pelaku industri. Padahal, pemerintah melalui BPPT siap memfasilitasi dan melakukan pendampingan bagi pelaku industri guna memaksimalkan pemanfaatan hasil rekayasa teknologi.

"Industri harus berperan juga dalam pengembangan riset dan teknologi. Pemerintah sudah memberikan sejumlah insentif untuk pengembangan industri berbasis teknologi. Insentif diberikan dalam bentuk dukungan fasilitas dan dukungan peralatan sumberdaya manusia. Sayangnya, dukungan dari pemerintah tidak diikuti dengan kesiapan mitra industri, khususnya dalam hal pendanaan. Banyak pelaku industri yang tidak menyiapkan anggaran untuk riset dan pengembangan teknologi,” ungkapnya.

Saat ini, anggaran riset dan pengembangan teknologi di Infonesia hanya sekitar 0,08 persen dari pendapatan perkapita nasional, masih jauh jika dibandingkan dengan negara seperti Korea Selatan. "Anggaran R and D (Research and Development) Korea Selatan itu 3 persen dari GDP. Kita cuma 0,08 persen dari GDP," urainya.

Meski begitu, BPPT terus mengupayakan untuk memberikan memberikan solusi teknologi guna meningkatkan daya saing bangsa dan mendukung ketahanan nasional di berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Kita ingin ke depan riset dan pengembangannya akan terus menigkat di Negara ini,” harap Marzan. (SYRA/Humas)