7766
Hits

SAFARI RAMADHAN UPT-PSTKP, SENTUHAN TEKNOLOGI PADA KERAMIK BALI

Administrator
16 Aug 2011
Layanan Info Publik

 

Di Indonesia sendiri dikenal tiga wajah keramik, yakni Keramik Kasongan, Plered dan Sanur. Tentunya masing-masing mempunyai ciri khas dan segmen yang berbeda. Tapi tetap diyakini, benda keramik tanpa mendapat sentuhan seni dan teknologi tentunya sulit untuk bersaing dengan pasar global, sebagai contoh dengan keramik buatan Cina.

Untuk itu, UPT Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali (PSTKP)- BPPT, selain fokus pada pencarian komposisi massa raga yang cocok untuk membuat benda keramik, juga melakukan pengkajian mengenai desain keramik, baik tradisional maupun kontemporer. PSTKP harus selalu kreatif, buatkan juga pelatihan dan business plan¸ sehingga nanti semakin banyak mitra baik industri maupun Pemda yang tertarik untuk mengadakan pelatihan di PSTKP, tutur Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, dalam kunjungan kerjanya di UPT PSTKP, Bali (15/8).

Menjawab pernyataan Kepala BPPT, IGA Suradharmika, Kepala UPT-PSTKP BPPT, mengatakan bahwa saat ini PSTKP Bali menawarkan pelatihan dengan instruktur yang berpengalaman. Fasilitas yang kami berikan cukup mumpuni dan biayanya pun terjangkau, kalau dihitung ada hampir 4000 orang pengunjung per tahun ke PSTKP, kami juga telah melakukan beberapa kerjasama baik dengan pihak akademisi maupun industri ujarnya.

Angka 4000 jelas merupakan bukti dari rasa keingintahuan pengunjung, menyangkut hal keramik dan desainnya. Saya bangga dengan adanya peningkatan jumlah kerjasama UPT ini.  Selain itu, alangkah baiknya jika pegawai UPT tidak hanya menganggap tempat ini sebagai laboratorium, kalau kita tata kembali dan memperhatikan aspek estetika, bukan mustahil kita bisa tampilkan hasil karya UPT ini dalam bentuk sebuah galeri seni, terang Kepala BPPT dalam kunjungan yang bertajuk Safari Ramadhan ini.

Adapun Safari Ramadhan kali ini merupakan kunjungan ketiga Kepala  BPPT setelah sebelumnya datang ke UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH), di Surabaya dan UPT Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP), di Yogyakarta. Di ketiga balai inipun Kepala BPPT  selalu mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk menjaga momentum reformasi birokrasi.

Kita sudah di tahap akhir reformasi birokrasi, dimana merupakan upaya kita untuk memperbaiki sistem kerja kita mulai dari individu, sistem, sampai organisasi secara keseluruhan. Saya harap juga PSTKP turut menjaga momentum ini, tutup Kepala BPPT. (SYRA/humas)