9525
Hits

SDM BERKUALITAS, SYARAT TUMBUHKEMBANGNYA INOVASI DI INDONESIA

{rokbox}images/stories/unggul32.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/unggul321.jpg{/rokbox}

Dalam kurun waktu 32 tahun sebagai bagian dari unit di BPPT, apa yang sudah Kedeputian TIEM hasilkan?

Teman-teman di Kedeputian TIEM, secara konsisten selalu berkeinginan untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang pada tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing industri dan menumbuhkan kemandirian bangsa pada bidang teknologi.

Mengapa demikian?
Ada pepatah yang menyebutkan, bangsa yang menguasai pangan akan menguasai kehidupan, sedangkan bangsa yang menguasai teknologi, misalnya bidang energi, akan menguasai peradaban. Itulah yang mendorong kami untuk selalu berkarya, terutama dalam bidang yang menjadi kompetensi Kedeputian TIEM.

Bisa disebutkan contohnya seperti apa?
biofuel, biodiesel, pure plant oil dan pencairan batubara. Saat belum banyak pihak yang melakukan pengembangan ke biofuel, BPPT bahkan sudah melakukan roadshow ke masyarakat untuk sosialisasi. Demikian juga dengan pure plant oil, kita sudah buat sebelum orang ramai membicarakannya. Untuk pencairan batubara, BPPT memiliki lab terbaik di Indonesia untuk melakukan pencairan, ahlinya pun paling banyak dari TIEM. Dalam Bidang TIK, kita telah menghasilkan Perisalah, Set Top Box TV Digital dan CNS ATM yang sangat berguna dalam mendukung kedaulatan wilayah udara. Selain itu kami juga membantu penerapan e-KTP yang nantinya jika berhasil dapat meningkat pada pelaksanaan e-voting untuk pemilu di Indonesia. Bayangkan saja pemilu dengan menggunakan e-voting tentunya akan sangat menghemat biaya dan waktu. Di Bidang Material, nanoteknologi yang dikembangkan BPPT telah menunjukkan prestasinya. Contohnya, pegawai di lingkungan Kedeputian TIEM baru saja mendapatkan penghargaan atas penemuannya yaitu sebuah mikroskop yang dapat mengukur hingga ukuran nano.

Bagaimana perkembangan energi di Indonesia nantinya, dalam pandangan TIEM?
Menurut saya, pemanfaatan energi panas bumi secara maksimal akan sangat membantu pemerintah dalam pengurangan emisi gas buang, selain itu panas bumi merupakan salah satu dari energi terbarukan. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia tetapi baru sedikit sekali yang telah digunakan. Misalnya pemanfaatan panas bumi untuk digunakan d¡ pulau-pulau terluar yang memiliki potensi panas bumi. Batubara juga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam mendapatkan energi, karena ukurannya yang bisa dipindah-pindahkan.

Terkait dengan daya saing industri, strategi apa yang akan dipakai TIEM?

Agar inovasi TIEM dapat didelivery kepada industri, program yang ada akan dikemas dalam suatu kerangka Sistem Inovasi Nasional. Kedeputian TIEM melalui Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi berinisiatif untuk mengembangkan industri solar fotovoltaik. Hal ini mengingat banyaknya bahan baku silika yang merupakan bahan baku bagi industri solar fotovoltaik, hanya saja untuk memprosesnya membutuhkan investasi. Kami secara teknologi sebenarnya sudah siap. Selain digunakan sebagai bahan baku solar fotovoltaik, silika juga bisa digunakan untuk memproduksi chip yang bisa juga digunakan dalam e-KTP dan smartcard. Tentunya industri ini memiliki pasar yang menjanjikan bukan?.

Apabila kita kaitkan Sistem Inovasi dengan program kegiatan di TIEM, apakah sudah berjalan atau masih menemui kendala?

‚Sesuai dengan arahan Kepala BPPT, setiap merancang program kami selalu mengaitkannya dengan mitra industri. Hal itu untuk menjaga agar hasil program yang dijalankan jelas siapa penggunanya. Hal ini tentunya sesuai dengan ketentuan dalam sebuah sistem inovasi, dimana inovasi dapat dikatakan berhasil jika termanfaatkan serta memiliki nilai sosial dan ekonomis.

Menurut saya untuk meningkatkan inovasi di Indonesia umumnya, nilai budaya akan sangat terlibat didalamnya. Misalnya seperti budaya etos kerja, disiplin dan tepat waktu. Dengan kata lain, SDM berkualitas akan sangat mempengaruhi tumbuhkembangnya inovasi di Indonesia. Faktor lain seperti political will dan lingkungan yang kondusif juga ikut berpengaruh dalam pengembangan budaya inovasi‚.

Fokus ke depan terkait dengan pengembangan teknologi di Indonesia?

‚Kita di TIEM berusaha untuk meningkatkan daya saing industri melalui pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap mandiri atau tidaknya industri nasional Indonesia. Kami juga senantiasa meningkatkan kualitas hasil kerekayasaan, sehingga industri dapat dengan mudah mengabsorbsikannya. Dengan begitu maka daya saing industri semakin tinggi dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat‚. (YRA/humas)