4144
Hits

SINERGI DAN KOORDINASI HUMAS LPNK RISTEK, PERKUAT PENYAMPAIAN INFORMASI TEKNOLOGI KEPADA MASYARAKAT

Administrator
25 Jun 2013
Layanan Info Publik

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, menurut Jumain melalui forum ini juga diharapkan dapat saling mengetahui dan melakukan koordinasi diantara humas LPNK dalam rangka memperkuat penyampaian dan penyebaran informasi teknologi ke masyarakat luas sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi yang telah dihasilkan.

“Saat ini, bangsa kita masih memiliki krisis kepercayaan terhadap teknologi yang dihasilkan oleh bangsa sendiri. Sebagian besar masyarakat hanya ingin mendapatkan teknologi dengan mudah yaitu membeli teknologi yang sudah jadi dari negara asing. Karena itu perlu kita tanamkan pada masyarakat untuk cinta terhadap teknologi dalam negeri. Disinilah peran humas sangat diperlukan,” ungkapnya.

Sebagai pejabat humas di lingkungan LPNK Ristek yang ingin melihat bangsa ini maju, Jumain menekankan sudah seharusnya teknologi memiliki peran penting dan membutuhkan media massa untuk mendukungnya muncul ke permukaan. “Melalui forum ini saya mengharapkan dapat kita gali bersama hal-hal baru terkait cara lainnya untuk meningkatkan awareness media untuk menganggap teknologi sebagai top issue di Indonesia. Karena kalau media sudah menganggap teknologi sebagai isu utama maka saya meyakini bahwa bangsa ini dapat bergerak maju menuju perubahan dan menjadi bangsa yang mandiri berkat kemampuan, teknologi dan inovasi,” tegasnya.

Dalam forum yang bertema Sosialisasi Kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT dan Menjalin Hubungan dengan Media untuk Pencapaian Pemberitaan yang Maksimal Berimbang dan Bertanggungjawab tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Kabid Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan, UPTHB BPPT, Tri Handoko Seto dan Kapus Informasi dan Humas, Kemenkominfo, Gatot S Dewa Broto.

“TMC ini diperlukan untuk pemberdayaan sumberdaya air yang meskipun banyak terdapat di bumi ini namun hanya 2,5% yang berupa air tawar dan salah satu sumbernya yaitu awan. Teknologi ini dibutuhka untuk dapat menyeimbangkan siklus air yang ada, karena jika air kurang akan menimbulkan kesulitan, namun jika terlalu banyak pun akan menimbulkan malapetaka,” ungkap Seto.

Di berbagai negara di dunia menurut Seto TMC sudah banyak digunakan selain untuk menambah curah hujan, juga dilakukan untuk mengurangi curah hujan dan menghilangkan kabut. “Di Indonesia, kebutuhan TMC untuk pengurangan hujan sangat tinggi. Bahkan pada banjir Jakarta beberapa waktu lalu menggunakan TMC untuk mengurangi curah hujan. Dengan metode operasi TMC yang telah dilakukan selama penanggulangan banjir Jakarta, telah berhasil mengurangi curah hujan hingga 35%. Ini dapat dinilai menjadi sebuah keberhasilan,” jelasnya.

Sementara itu di kesempatan yang berbeda, dalam paparannya mengenai Mencari Strategi PR yang Efektif, Gatot menekankan perlunya branding activation, menghilangkan stigma negatif huma pemerintah dan menerapkan etika humas yang baik untuk dapat mengefektifkan informasi yang ingin disampaikan melalui media.

“Humas itu tidak bekerja berdasarkan jam kerja. Kita harus bisa memberikan informasi yang dibutuhkan kapan pun dan dimanapun. Karena jika kita sampai terlambat memberikan respon, maka yang akan muncul adalah pemberitaan yang bisa jadi tidak sesuai dengan maksud yang kita inginkan,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut praktisi humas dari beberapa LPNK Ristek seperti LIPI, BATAN, BIG, LAPAN, BAPETEN, dan BSN. (SYRA/humas)