4443
Hits

Sinergi, Hadirkan Inovasi Karya Anak Negeri

Administrator
10 Jul 2020
Layanan Info Publik

Salah satu langkah penting dalam penanganan Covid-19 adalah penguatan testing dan pengujian cepat (rapid test) menjadi pilihan. Ketergantungan produk rapid test diagnostic (RDT) pada impor, mendorong TFRIC-19 yang merupakan bagian dari Konsorsium Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Kementerian Ristek/BRIN melakukan aksi cepat pengembangan produk RDT dalam negeri, kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza saat diwawancara Radio Elshinta (10/07).

 

Dengan deteksi antibodi IgG dan IgM yang terbentuk pada seseorang yang terinfeksi Covid-19 menjadi pilihan pengembangan produk RDT dengan teknik imunokromatografi. Lebih lanjut dikatakannya, dalam melakukan inovasi produk RDT menggandeng beberapa perguruan tinggi yakni Universitas Gajah Mada dan Universitas Airlangga serta mitra industri yakni PT Hepatika Mataram dan PT Prodia Diagnostic Line dimulai dari tahapan disain dan prototyping, validasi, registrasi hingga produksi yang dilakukan dalam waktu relatif singkat.  

 

Disampaikannya, bahwa RI-GHA-Covid-19 yang merupakan karya anak bangsa  memiliki beberapa keunggulan yakni,  produk yang cepat dan praktis dalam penggunaan, hasil deteksi muncul dalam 15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan maupun tenaga yang terlatih, selain itu alat uji yang fleksibel dan dapat menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood untuk mendeteksi orang tanpa gejala, orang dalam pantauan, pasien dalam pengawasan, dan orang pasca infeksi.

 

Lebih rinci disebutkannya, produk ini telah di uji validasi pada skala laboratorium dengan hasil nilai sensitivitas IgM 96,8%, IgG 74%  pada 40 serum pasien positif dari Balitbangkes dengan menggunakan RT-PCR dan Spesifisitas IgM 98%, IgG 100% uji pada 100 koleksi serum.

 

Selain itu, Hammam menyebut produk inovasi tersebut telah melakukan uji akurasi   4000 kit dibeberapa rumah sakit seperti di Yogyakarta 3 rumah sakit, Surakarta 1 Rumah Sakit, Semarang 1 rumah sakit, dan Surabaya 2 rumah sakit serta diperkuat dengan uji lapang sekitar 6000 kit yaitu uji akurasi di 2 puskesmas dan untuk skrining di 23 puskesmas dan 2 Desa di Kabupaten Sleman. Saat ini RI-GHA-Covid-19 juga sedang dilakukan uji validasi di Balitbangkes Kementerian Kesehatan sebanyak 200 kit.

 

Jadi dengan semangat kebersamaan, gotong-royong, sinergi, komitmen dan kerja keras dengan tujuan yang sama menghadirkan inovasi produk dalam negeri untuk mengatasi pandemi, sangat terbuka kesempatan bagi bangsa kita dalam membangun produk buatan karya anak negeri, pungkasnya. (Humas BPPT)