14991
Hits

SISTEM KENDALI KERETA API UNTUK KESELAMATAN DAN PELAYANAN

Pembangunan Iptek nasional saat ini mengarah pada pembenahan teknologi dan manajemen transportasi nasional. Pembenahan regulasi, pembenahan masalah pemanfaatan dan pengembangan teknologi serta pembenahan manajemen transportasi, merupakan salah satu dari sekian pembenahan-pembenahan yang akan dilakukan.

Menurut Muhajirin, untuk tahun 2010 ini PTIST memfokuskan kegiatan pada pengembangan teknologi kendali pada sistem kereta api. ‚Kegiatan ini merupakan program strategis BPPT sekaligus juga menjadi program nasional. Teknologi kendali ini sangat berperan penting dalam pengoperasian kereta api yang diterapkan pada prasarana kereta terutama untuk mengatur lalu lintas kereta yang berkaitan erat dengan kualitas pelayanan dan keselamatan‚.

Dalam pelaksanaannya, BPPT bekerjasama dengan pihak-pihak yang bersinggungan dengan perkeretaapian Indonesia, antara lain seperti Kementerian Perhubungan, PT Industri Kereta Api (PT INKA), PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), serta dari kalangan akademisi dan industri.

‚Menurut rencana, program ini akan berlangsung selama tiga tahun, hingga akhir 2013 nanti. Output akhirnya ialah, diharapkan akan terbentuk sebuah prototipe sistem kendali kereta api, sesuai dengan rekomendasi-rekomendasi teknologi yang diberikan, berdasarkan temuan di lapangan‚, jelas Muhajirin.

Terkait masalah teknis, Muhajirin menjelaskan bahwa ada beberapa teknologi yang akan menjadi perhatian utama dalam sistem pengendalian, yakni (1), Teknologi train stop, (2), Teknologi train warning, (3) Teknologi sinyal, transmisi dan deteksi, serta (4), Teknologi train monitoring dan (5) Teknologi komunikasi. ‚Kesemua itu adalah untuk mengurangi faktor resiko kecelakaan yang mungkin terjadi. Misalnya terjadi pemuaian akibat panas berlebih pada roda kereta api, maka kereta api akan berhenti secara otomatis meski masinis tidak memberhentikan atau bahkan tidak mengetahui‚.

Dalam hal kemampuan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi, Muhajirin meyakini Indonesia mempunyai peluang besar untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. ‚Yang kerap terjadi adalah kurangnya koordinasi diantara berbagai pihak yang menggeluti bidang kereta api ini. Padahal, apabila semuanya bekerjasama dalam satu frame, akan menghasilkan sebuah sistem transportasi yang terpadu, terintegarasikan satu dengan yang lain‚.

‚Dengan adanya kegiatan ini, BPPT menginginkan adanya peningkatan keselamatan dan pelayanan operasi kereta api dan peningkatan kandungan lokal. Disamping itu, BPPT juga mengharapkan nantinya Indonesia mampu untuk menghilangkan ketergantungan pada pihak tertentu, melalui rancang bangun dan pengembangan teknologi pada kendali sistem propulsi dan peralatan untuk mengatur perjalanan kereta. Dengan kata lain, Indonesia menjadi lebih mandiri‚, ujar Muhajirin. (YRA/humas)