6596
Hits

TECHNOPRENEUR: SUMBER KESEJAHTERAAN MASA KINI DAN NANTI

Administrator
26 Mar 2013
Layanan Info Publik

Demikian dikatakan Marzan A Iskandar, Kepala BPPT, dalam pembukaan Sosialisasi Kebijakan Persaingan Usaha Melalui Pemanfaatan Teknologi Kepada Wirausaha Muda (Technopreneur Camp IV) di Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon (24/03). Menurutnya, visi 2025 tersebut dapat terwujud melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan. Dengan angkatan kerja muda produktif lebih dari 60% penduduk Indonesia, menjadi modal kuat dalam pembangunan. “Salah satunya melalui penguatan technopreneur di kalangan angkatan produktif,” tegasnya.

Technopreneur, lanjut Marzan, adalah wirausaha yang berbasis pada teknologi dan inovasi. “Jadi bukan sekedar jaringan usaha, tapi juga usaha yang menerapkan teknologi dan inovasi dalam pengaplikasian barang-barang yang kompetitif dan bersaing,” jelasnya.

Ekonomi berbasis pengetahuan menurut Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Soleh Hidayat, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas, nilai tambah dan perubahan kompetitif. Inovasi dan technopreneurship merupakan dua perubahan  penting dalam  perubahan ekonomi berbasis pengetahuan.

“Kedua hal tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Manfaat ekonomi dalam mencapai efesiensi dan produktifitas, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakan sektor ekonomi yang lain. Adapun manfaat sosial adalah menggerakkan perubahan, perilaku sosial di masyarakat yang memiliki competitive advantage,” terangnya.

Lebih jauh Soleh mengatakan, bahwa peluang suatu bangsa, tidaklah bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, melainkan juga pada peluang sumberdaya manusia yaitu tenaga pendidik yang mampu mengelola sumber daya alam dan menjawab tantangan jaman  yang berubah dan berkembang sangat cepat.

“Di persaingan global yang sangat ketat, inovasi kita seiring dengan berbagai rekayasa teknologi agar dapat melipatgandakan performa dari usaha tersebut. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna, dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa enterpreneur yang mapan, akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan,” jelas Soleh.

Komitmen Banten

Rusli Hasan, Asisiten Gubernur Banten, mengatakan bahwa technopreneur adalah sumber kesejahteraan masa kini dan masa yang akan datang. “Melalui technopreneur, ilmu pengetahuan dan teknologi berubah wujud menjadi kesejahteraan, kekayaan alam berubah bentuk menjadi produk-produk yang akan meningkatkan kualitas kehidupan dan bernilai tambah tinggi kedepannya,” ucapnya.

Rusli juga berpendapat, membangun jiwa wirausaha ditangan generasi muda tidaklah mudah. Sebagai bentuk dari output pendidikan dan budaya, karakter ini perlu diciptakan dan didukung baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. “Dengan begitu karakter technopreneur dapat tumbuh dan berkembang dengan kuat di kalangan generasi muda,” imbuh Rusli.

Propinsi Banten, ditegaskan Rusli, berkomitmen meningkatkan perekonomian daerah melalui penciptaan kewirausahaan muda. “Dari hal tersebut diharapkan dapat mendorong dan menumbuhkan minat untuk berwirausaha. Pada akhirnya, hal tersebut juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga, menggerakan potensi pengusaha lokal, mengembangkan kegiatan ekonomi mikro atau kewirausahaan, sekaligus membuka kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran sehingga mampu menjadi pilar perekonomian nasional dan daerah,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut diantaranya, Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A Taufik, Deputi Koordinasi Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Edy Putra Irawady,  Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT, Iwan Sudrajat, Direktur Logistik Krakatau Steel, Imam Sugiarto yang mewakili Dirut, serta kepala dinas dari provinsi Banten dan jajaran akademis universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pada acara tersebut juga diadakan penandatanganan PKS antara Balai Inkubator Teknologi BPPT dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.  (SYRA/humas)