11506
Hits

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PRODUK PANGAN BERBASIS JAMUR AKAN MULAI DITERAPKAN

Pada kesempatan tersebut, rombongan meninjau langsung 30 kumbung jamur tiram yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 3.0 Ha, dengan produksi 2.0-3.0 ton/hari. Selain menyaksikan dari dekat kegiatan produksi di Perkebunan jamur Asa Agro Corporation, dibahas pula rencana kerjasama untuk Penerapan Teknologi Produksi Pangan Berbasis Jamur.

Teknologi yang siap diterapkan oleh PTB adalah ekstrak beta-glucan, penyedap rasa nabati dan pangan olahan siap saji berbahan baku jamur konsumsi (edible mushroom) yang dalam hal ini yaitu jamur tiram (Pleurotus sp.).

Ekstrak beta-glukan sendiri, merupakan zat aktif pangan fungsional yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit (immunomodulator), anti stress dan anti alergi. Sedangkan Penyedap rasa nabati merupakan ekstrak jamur yang berfungsi untuk meningkatkan citarasa masakan, sementara pangan olahan siap saji berbahan baku jamur konsumsi yang akan dikembangkan berupa produk-produk olahan pangan jamur seperti keripik, nuget dan dodol.

Selain jamur tiram, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan pula bahan baku yang berasal dari dasar jenis jamur edible yang lain, seperti jamur merang (Volvaria volvaceae), jamur kuping (Auricularia auricula) dan jamur shiitake (Lentinus edodes).

Melalui kerjasama tersebut, industri jamur di Indonesia tidak hanya akan berhenti di budidaya jamur namun akan merambah pada diversifikasi produk berbasis jamur yang bernilai tambah lebih tinggi. Dengan demikian, peran BPPT dalam peningkatan ketahanan pangan, kesehatan dan kesejahteraan petani jamur akan semakin nyata. (Y/tab/SYRA/humas)