4683
Hits

Wakil Presiden: Hasil Riset Harus Berdaya Guna di Kehidupan Masyarakat

Administrator
05 Sep 2014
Layanan Info Publik


Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono mengatakan di masa lampau dalam sejarah bangsa Indonesia, pernah muncul adanya dikotomi antara kelompok teknolog dan kelompok ekonom. Kejadian seperti itu seyogyanya tidak boleh terjadi lagi, dalam upaya mengubah atau mentransformasikan bangsa dan ekonomi dari natural resources based economy (ekonomi berbasis sumberdaya alam) menjadi knowledge based economy (ekonomi berbasis ilmu pengetahuan).

"Transformasi tersebut memerlukan waktu yang panjang dan tidak bisa dilakukan oleh satu kabinet dan dilakukan antar menteri di satu kabinet. Untuk mencapai itu jalannya masih panjang dan masih banyak yang perlu dikerjakan dengan menyatukan kerja keras dan kerja cerdas," kata Wapres, pada Puncak Peringatan Hakteknas 2014, di Auditorium Gedung BPPT II, Jakarta, (11/8).

Dia menambahkan, transformasi ekonomi berbasis sumberdaya alam menjadi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan adalah sebuah transformasi paradigma. Dari yang mengandalkan sumberdaya alam atau material resources menjadi sumber daya manusia. Dan, dari fokus yang semata-mata mengejar pertumbuhan produksi jadi mengejar pertumbuhan produktivitas.

Dari segi pandangan ekonom, ada tiga tahap proses transformasi yang perlu dilihat secara lebih mendalam dan harus dijadikan sebagai langkah-langkah kebijakan yang konsisten. Pertama, adanya pengetahuan ilmiah yang merupakan hasil dari riset. Kedua, pengetahuan ilmiah dikembangkan menjadi teknologi yang bisa diterapkan. Dan, ketiga adalah pengetahuan ilmiah menjadi inovasi yang di dalamnya ada proses ekonomi sosial.

"Dilihat dari kacamata ekonom, sebuah inovasi adalah sesuatu teknologi yang sudah diterapkan dalam praktek sehari-hari di dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Transformasi dari pengetahuan ilmiah ke inovasi itu tidak hanya memerlukan proses riset, tapi perlu proses ekonomi sosial. Jadi, kuncinya adalah membawa hasil-hasil riset ke dalam kehidupan ekonomi sehari-hari." jelas Boediono.

Wakil presiden menyampaikan, proses transformasi dari ekonomi berbasis sumberdaya alam menjadi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, juga menggeser paradigma dari yang mengandalkan sumber daya alam ke pembangunan pengetahuan manusia modern dan kreatif. Dan, itu menyangkut banyak aspek, termasuk pendidikan.

"Oleh karena itu, reformasi dalam dunia pendidikan di Indonesia juga mutlak dilaksanakan, karena kita bukan hanya membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan kemampuan, tapi juga memiliki karakter yang baik. Dengan begitu, cita-cita untuk mentransformasikan paradigma dari yang semula ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan bisa dicapai dengan cepat dan berhasil," tutup Boediono. (Tw/SYRA/ Humas)