• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

DUKUNGAN IPTEK DAN INOVASI UNTUK CAPAI MASYARAKAT SEJAHTERA

Prakarsa penguatan sistem inovasi telah dilakukan BPPT sejak awal tahun 2000-an. Mulai dari penerapan “Kerangka Kerja Sistem Inovasi” dalam perencanaan dan pelaksanaan seluruh program dan kegiatan di BPPT hingga kerja sama dengan mitra-mitra pemerintah daerah, baik di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten/Kota pun telah dilakukan. Kesemuanya itu dalam rangka mengimplementasikan penguatan sistem inovasi untuk membangun kisah sukses (success stories) dari daerah-daerah percontohan tersebut agar nantinya dapat direplikasi ke daerah-daerah lain sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Hal demikian diungkapkan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar pada acara Forum Koordinasi Daerah dan Rapat Kerja Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) 2013 di Gedung Manajemen, Kawasan Puspiptek Serpong (4/3). “Berdasarkan kajian panjang sejak tahun 2002 ditambah dengan pengalaman-pengalaman di lapangan dalam membangun kisah sukses penguatan sistem inovasi di Indonesia bersama para pemangku kepentingan lainnya, termasuk lembaga pemerintah, pelaku bisnis, maupun mitra-mitra daerah dan organisasi non pemerintah, BPPT juga telah menghasilkan Naskah Akademik Buku Putih Penguatan Sistem Inovasi Nasional,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Marzan, di era ekonomi berbasis pengetahuan saat ini inovasi memegang peranan penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat kohesi sosial suatu bangsa. Berdasarkan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), Indonesia diproyeksikan sebagai negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia pada tahun 2025.

“Untuk mencapai target ini, Bangsa Indonesia tidak dapat lagi terjebak dalam keadaan sekedar business as usual, tetapi perlu dilakukan usaha-usaha terobosan melalui penguatan sistem inovasi di Indonesia secara serius. Artinya langkah sinergis dalam mendorong perkembangan inovasi, difusinya dan proses pembelajaran perlu dilakukan secara lebih bersistem dan sistematis agar tercapai pertumbuhan ekonomi tinggi, yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Senada dengan Kepala BPPT, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono menyatakan pentingnya Iptek dan inovasi dalam mendukung pertumbuhan industri dan perekonomian nasional, yang pada gilirannya tentu saja berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut Agung, kejayaan Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui kerbahsilan membangun daerah sesuai dengan potensi terbaik dan karakteristik masing-masing daerah. Karena itu perlu dikembangkan kerangka yang telah disepakati menjadi pijakan bersama agar upaya kolektif dalam pengembangan dan pendayagunaan iptek dan inovasi dapat ditingkatkan dan menghasilkan koherensi dan sinergitas.

Selain itu juga wahana bersama yang tepat untuk  mendorong keinovasian tersebut perlu dikembangkan dan menjadi komitmen bersama. “Selain tentunya perlu dilakukan perbaikan secara holistik yang bersifat nasional. Kita membutuhkan kisah-kisah sukses daerah  dalam pengembangan dan pendayagunaan iptek dan inovasi,” tegasnya.

Selama ini menurutnya daerah identik dengan ketertinggalan dan kemiskinan yang membuat orang tidak tertarik berkarya di daerah. Akibatnya terjadi brain drain karena banyak orang pindah dari daerah ke kota atau bahkan dari Indonesia ke negara lain. Ini tantangan yang harus kita putus. Karena itu pembangunan daerah yang semakin cerdas, semakin bertumpu pada iptek dan inovasi yang kontekstual, sesuai dengan potensi terbaik masing-masing daerah menjadi semakin strategis.

Berbicara mengenai kisah sukses, Marzan mengatakan bahwa dalam Forum Koordinasi Daerah tersebut juga akan dilakukan paparan dari beberapa kepala daerah mitra BPPT tentang kemajuan yang telah dicapai dalam menerapkan penguatan sistem inovasi daerah dan rencana-rencana kedepannya. “Forum diharapakan akan menjadi forum untuk bertukar informasi, diskusi, berkolaborasi, dan pembelajaran bagi kita semua dalam perencanaan dan pelaksanaan penguatan sistem inovasi daerah dan nasional,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara BPPT dan Kabupaten Brebes mengenai Pengkajian, Penerapan dan Pemasyarakatan Teknologi untuk Mendukung Pembangunan Brebes Provinsi Jawa Tengah. Dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPT dan Kabupaten Brebes mengenai Pembangunan dan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang Ramah Lingkungan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT dan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kab. Brebes. Serta penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPT dan Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) Wilayah Provinsi Banten mengenai Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penelitian dalam Rangka Peningkatan Litbang Provinsi Banten.

Sesaat sebelumnya, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), Tatang A Taufik menyampaikan bahwa forum koordinasi daerah kali ketiga tersebut diselenggarakan di Kawasan Puspiptek Serpong sebagai tindak lanjut Rakornas Ristek 2012 dan dalam rangka memperkenalkan aset nasional iptek dan inovasi di Puspiptek yang direncanakan menjadi Indonesia Science and Technopark ini. Karena itu Rakorda diawali dengan wisata teknologi di Kawasan Puspiptek (3/3).

 Tujuan utama diselenggarakannya dorum tersebut adalah selain untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan mendorong langkah kolektif kolaboratif yang diharapkan dapat menghasilkan sinergi positif penguatan sistem inovasi di Indonesia, juga untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan komunikasi antar stakehoder termasuk tradisi saling berbagi kisah sukses dalam implementasi penguatan sistem inovasi di masing-masing daerah. Selain itu juga untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin selama ini antara BPPT dan mitra kerja serta mendiskusikan konsensus bersama rencana milestone dan rencana aksi penguatan sistem inovasi 2013.

Hadir dalam forum tersebut 160 peserta yang terdiri dari beberapa kepala daerah dan jajarannya, Kepala Bappeda provinsi, anggota tim ahli penguatan sistem inovasi, rektor universitas, asosiasi, mitra kerja, teknopreneur, serta pejabat BPPT dan kementerian lainnya. Acara dilanjutkan hingga Selasa (5/3) dengan agenda rapat kerja bidang sistem inovasi 2013 bersama dengan para anggota tim ahli dan peserta tertentu. Pembahasan meliputi draft renstra bidang sistem inovasi 2015-2019 yang akan dijadikan sebagai bahan masukan penyusunan draft renstra BPPT dan draft RPJMN 2015-2019. (SYRA/humas) 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT