Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Pemerintah Daerah Harus Lakukan Penguatan Sistem Inovasi

Penguatan sistem inovasi di Indonesia mutlak dilakukan untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berbasis ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi (Iptekin). Tujuan dilakukan penguatan sistem inovasi adalah untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Kepala BPPT Marzan A. Iskandar, mengatakan penguatan sistem inovasi itu telah tertuang di dalam Undang-Undang No 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 yang memiliki visi agar Indonesia menjadi negara yang mandiri, maju, adil, dan makmur. 

 

 

"Penjabaran RPJPN 2005-2025 dituangkan dalam RPJMN 2010-2014 yang menyebutkan bahwa kunci keberhasilan implementasi penguatan sistem inovasi adalah koherensi kebijakan inovasi dalam perspektif hubungan nasional dan daerah. Dan, Koherensi kebijakan inovasi di Indonesia perlu dibangun melalui Kerangka Kebijakan Inovasi (KKI) sebagai platform bersama," kata Kepala BPPT di acara Leaders Forum bertajuk "Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Kalangan Usia Muda", di Gedung BPPT, Jakarta, (15/4).

Untuk mewujudkan penguatan sistem inovasi ini, tambah Marzan, maka BPPT menggelar acara Leaders Forum tahun 2014 yang merupakan rangkaian dialog dan ajang berbagi pengalaman dari para kepala daerah yang sudah melaksanakan penguatan sistem inovasi sejak dua tahun yang lalu.

"Tema "Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi" ditujukan agar daerah-daerah cerdas (smart region) semakin bertambah. Sedangkan, tema "Menumbuhkembangkan Bisnis Inovatif Kalangan Usia Muda" bertujuan untuk mendorong terjadinya peremajaan atau pembaharuan mesin penggerak pembangunan ekonomi," ujar Marzan.

Marzan menuturkan, BPPT telah bekerjasama dengan mitra-mitranya di daerah dalam mengimplementasikan penguatan sistem inovasi dengan tujuan menumbuhkembangkan contoh-contoh sukses di daerah otonom melalui lima pilar strategi, di antaranya 1.) Pilar penguatan sistem inovasi di daerah dengan tujuan agar ekosistem inovasi di daerah meningkat. 2.) Pilar pengembangan klaster industri yang bertujuan agar industri inovasi atau berdaya saing yang berbasis potensi terbaik dapat terus berkembang. 3.) Pilar pengembangan jaringan inovasi agar kemitraan Iptekin dan kapasitas inovatif menguat. 4.) Pilar pengembangan teknopreneur agar perusahaan atau bisnis-bisnis inovatif dapat terus tumbuh. 5.) Pilar pengembangan tematik agar kebutuhan dasar rakyat, seperti air bersih, listrik, dan lainnya dapat terpenuhi secara adil.

"Daerah-daerah yang sudah dan sedang didampingi BPPT untuk menguatkan sistem inovasi di antaranya Kota Pelalawan Provinsi Riau, Kota Cimahi di Jawa Barat, Kota Pekalongan di Jawa Tengah, Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, Kabupaten Bangli di Bali, Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan," tutur Marzan.


Marzan juga menyampaikan, kedepannya BPPT akan mengusulkan untuk memperluas daerah percontohan yang mengimplementasikan penguatan sistem inovasi di daerah-daerah otonom secara kolaboratif dengan partisipasi dari berbagai pihak agar bisnis-bisnis inovasi di Indonesia semakin meningkat.

"Saya berharap acara Leaders Forum ini dapat terus dilaksanakan dan daerah dapat mengambil inisiatif pelaksanaannya. Saya juga berharap dari acara ini dapat menghasilkan prakarsa-prakarsa kolaboratif penguatan sistem inovasi yang semakin meningkat dan menguat," tutup Marzan. (tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id